Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Heboh Pengadaan Kipas Angin Rp1,8 Triliun, Dirut Agrinas: Datanya dari Mana?

        Heboh Pengadaan Kipas Angin Rp1,8 Triliun, Dirut Agrinas: Datanya dari Mana? Kredit Foto: Sufri Yuliardi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota merespons isu pengadaan 1,8 juta unit kipas angin senilai Rp1,8 triliun dalam program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Ia mempertanyakan dasar data yang digunakan hingga isu tersebut mencuat ke publik.

        Isu itu sebelumnya disampaikan Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Mufti Anam saat rapat kerja bersama Menteri Koperasi di DPR, Rabu (15/7/2026).

        Joao mengaku prihatin karena isu tersebut disampaikan oleh anggota DPR tanpa disertai data yang dinilai valid. Menurutnya, pernyataan di ruang publik seharusnya didukung informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.

        "Kita perhatin ya maksudnya melihat bahwa anggota Dewan kita berani bicara di publik tanpa mendapatkan data-data yang prudent sehingga sebetulnya sikap-sikap beliau seperti itu sangat merendahkan dan tidak menjunjung tinggi kehormatan badan Dewan Perwakilan Rakyat," ujar Joao usai Seminar Nasional KDKMP di TMII, Jakarta Timur, Kamis (16/7/2026).

        Ia berharap seluruh pihak mendukung upaya pemerintah membangun ekonomi desa. Menurut Joao, penyampaian informasi tanpa dasar yang jelas justru berpotensi menimbulkan fitnah dan menghambat program pemerintah.

        "Kebenarannya (pengadaannya) tinggal ditanya kepada beliau saja datanya dari mana," tambahnya.

        Saat ditanya apakah informasi tersebut dapat disebut sebagai data bodong, Joao tidak memberikan jawaban secara tegas. Namun ia mengisyaratkan keraguannya terhadap validitas informasi yang beredar.

        "Kalau saya bilang bodong, anda provokasi, tapi sepertinya begitu juga (bodong) sih," jelasnya.

        Joao memastikan Agrinas telah memiliki perencanaan terkait pengadaan sarana dan prasarana untuk mendukung operasional Koperasi Desa Merah Putih. Ia menyebut terdapat 26 jenis kebutuhan yang akan dipenuhi, termasuk kendaraan operasional.

        "Ada 26 jenis sarana-prasarana yang diadakan di Agrinas. Rincian detailnya nanti mungkin bisa baca di kemarin waktu saya kasih di salah satu media sosial, itu kan saya sempat di broadcast, itu disitu ada detail," jelasnya.

        Sebelumnya, Mufti Anam mempertanyakan kabar pengadaan 1,8 juta kipas angin dengan nilai Rp1,8 triliun. Menurutnya, pemerintah perlu memberikan penjelasan agar isu tersebut tidak menimbulkan polemik di tengah masyarakat.

        Baca Juga: Heboh Anggaran Kipas Angin Kopdes Merah Putih Tembus Rp1,8 Triliun, Menkop: Saya Tak Tahu

        "Hari ini rakyat sedang dihebohkan dengan isu adanya pengadaan kipas angin 1,8 juta dengan nilainya Rp 1,8 triliun. Lalu dari isu ini kami mencari informasi tapi kami tidak dapat satu informasi pun dari pemerintah adanya pengadaan ini. Kami juga informasi pihak-pihak terkait tidak berani jawab. Maka pada kesempatan ini kami ingin tanya kepada pak menteri, isu soal pengadaan 1,8 juta kipas angin dengan anggaran Rp 1,8 triliun betul tidak pak?" ujar Mufti.

        Mufti juga menilai harga kipas angin di pasaran berkisar Rp300 ribuan per unit. Menurutnya, apabila pengadaan dilakukan dalam jumlah besar, harga satuan semestinya bisa lebih murah.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Christian Andy
        Editor: Christian Andy

        Bagikan Artikel: