Prabowo Tegaskan Investor Harus Untung di RI: Kalau Mitra Rugi, Kita yang Malu
Kredit Foto: Youtube Sekretariat Kabinet
Presiden Prabowo Subianto menegaskan proyek strategis nasional (PSN), termasuk pengembangan LNG Abadi Masela, harus berjalan dengan prinsip saling menguntungkan. Menurutnya, keberhasilan investasi tidak hanya dilihat dari keuntungan Indonesia, tetapi juga manfaat yang diterima para investor.
Hal itu disampaikan Prabowo saat menghadiri groundbreaking proyek LNG Abadi Masela, Kamis (16/7/2026). Ia menyebut kerja sama dengan Jepang dalam proyek tersebut merupakan hasil proses panjang yang akhirnya memasuki tahap pembangunan.
Prabowo mengatakan Indonesia menghargai kepercayaan mitra asing yang ikut berinvestasi di Tanah Air. Ia menilai kehormatan sebuah negara sebagai tuan rumah investasi terlihat dari kepuasan para mitranya.
"Jadi saudara-saudara hari ini kita berbesar hati, kita bangga. Alhamdulillah setelah puluhan tahun proyek ini berjalan. Dan kita hargai kawan-kawan kita dari Jepang, kita mulai proyek ini, kita cari suatu keuntungan bersama," kata Prabowo.
Menurutnya, investor yang masuk ke Indonesia harus memperoleh keuntungan agar hubungan kerja sama dapat berlangsung dalam jangka panjang. Ia menilai proyek besar tidak akan berjalan maksimal apabila salah satu pihak merasa dirugikan.
"Kehormatan bagi tuan rumah adalah kalau mitranya, kalau tamunya bahagia, itu kehormatan bagi tuan rumah," ujarnya.
Meski meminta investor mendapatkan keuntungan, Prabowo menegaskan pemerintah tetap memiliki tanggung jawab utama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Ia menyebut masih banyak rakyat yang membutuhkan peningkatan taraf hidup.
"Kita punya tanggung jawab kepada rakyat kita, rakyat kita masih banyak yang hidupnya susah. Sehingga saya sebagai Presiden Republik Indonesia, saya sekali lagi saya tegaskan, jalankanlah proyek ini dengan sebaik-baiknya atas dasar saling menguntungkan. Para investor harus untung," ucapnya.
Prabowo bahkan menyebut Indonesia akan merasa malu apabila mitra kerja sama justru mengalami kerugian dalam proyek yang dijalankan di Tanah Air.
"Sebagai bangsa yang punya harga diri dan kehormatan, kita yang malu kalau mitra kita tidak puas, kalau mitra kita rugi, kalau mitra kita tidak bahagia," katanya.
Namun, di sisi lain, Prabowo mengingatkan bahwa proyek energi seperti LNG Masela harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Ia ingin hasil pengembangan sektor energi menjadi modal untuk mempercepat transformasi Indonesia.
Menurut Prabowo, Indonesia memiliki sumber daya alam dan sumber daya manusia yang cukup untuk berkembang menjadi negara industri modern. Ia menilai sektor energi menjadi salah satu fondasi penting dalam mewujudkan target tersebut.
"Kita ingin menjadi negara yang modern, kita ingin menjadi bangsa yang seperti bangsa Jepang, kita ingin menjadi bangsa yang produktif, kita ingin menjadi bangsa yang menghasilkan produk-produk industri," ujar Prabowo.
Baca Juga: Bahlil Soal Proyek LNG Abadi Masela: Sudah Enam Presiden, Baru Prabowo yang Bisa Eksekusi
Ia menambahkan, penerimaan negara dari sektor energi nantinya dapat digunakan untuk memperkuat berbagai layanan publik. Mulai dari sektor pendidikan, kesehatan hingga pembangunan infrastruktur.
"Kita butuh uang untuk bikin pelayanan kesehatan yang terbaik, kita butuh uang untuk membayar gaji-gaji guru sehingga sekolah-sekolah kita menjadi juga tidak kalah dengan sekolah-sekolah di luar negeri," kata Prabowo.
Melalui proyek LNG Abadi Masela, Prabowo berharap Indonesia tidak hanya menjadi negara penghasil sumber daya alam, tetapi mampu mengolah kekayaan tersebut untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama
Tag Terkait: