Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Video Bantu Kakek Pemulung Dituduh Cuma Settingan, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi: Saya Catat Alamat...

Video Bantu Kakek Pemulung Dituduh Cuma Settingan, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi: Saya Catat Alamat... Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
Warta Ekonomi, Jakarta -

Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi membantah tudingan yang menyebut pertemuannya dengan seorang kakek pemulung plastik merupakan konten yang telah direkayasa. Ia menegaskan peristiwa tersebut terjadi secara spontan dan dapat dibuktikan langsung oleh orang yang bersangkutan.

Melalui unggahan di akun media sosial pribadinya, ia mengatakan dirinya bahkan menyimpan alamat dan identitas sang kakek sebagai bagian dari kebiasaannya ketika bertemu warga yang membutuhkan bantuan.

Baca Juga: Di Balik Kasus Febrie Adriansyah, Popularitas Prabowo Diam-diam Tergerus 'Blunder' Kejaksaan

"Kalau ada yang bilang itu settingan, silakan wawancarai langsung kakek tersebut. Saya juga mencatat alamat dan identitasnya agar suatu saat bisa membantu jika diperlukan," ujar Dedi Mulyadi, dikutip Jumat (7/8/2026).

Menurut Dedi, siapa pun dapat melakukan konfirmasi langsung kepada kakek pemulung tersebut untuk memastikan bahwa pertemuan mereka bukanlah sebuah adegan yang telah direncanakan.

Ia bahkan mempersilakan media datang dan mewawancarai yang bersangkutan agar masyarakat memperoleh informasi langsung dari sumbernya.

Dedi menjelaskan, pertemuan itu berlangsung ketika dirinya sedang menuju Gedung Sate. Saat melihat seorang kakek pemulung di pinggir jalan, rombongan kendaraan berhenti dan sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi ikut menyaksikan kejadian tersebut.

Selain memberikan klarifikasi mengenai tuduhan rekayasa, ia juga mengungkapkan bahwa dirinya memiliki kebiasaan mendata warga yang ditemuinya saat blusukan.

Menurutnya, pencatatan identitas tersebut dilakukan agar pemerintah atau dirinya secara pribadi dapat memberikan bantuan apabila di kemudian hari warga tersebut membutuhkan perhatian lebih lanjut.

Ia juga kembali menegaskan bahwa setiap kegiatan blusukan selalu didokumentasikan menggunakan kamera karena menjadi bagian dari cara menyampaikan aktivitas kepada masyarakat melalui media sosial.

Dedi, di akhir penjelasannya, justru mengucapkan terima kasih kepada pihak yang menyebarkan tudingan tersebut. Menurutnya, polemik yang muncul membuat video pertemuannya dengan sang kakek semakin banyak ditonton masyarakat.

Baca Juga: Subhan Palal: Jangan Sampai Ijazah Jokowi Bernasib Seperti Naskah Supersemar

Bagi Dedi, perhatian publik terhadap video tersebut justru membuka kesempatan lebih besar bagi masyarakat untuk mengetahui kondisi warga yang ditemuinya di lapangan. Ia berharap perdebatan mengenai dugaan rekayasa dapat diselesaikan melalui klarifikasi langsung dan pemeriksaan fakta, bukan sekadar asumsi yang berkembang di media sosial.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar