Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        2 Jam usai Dilantik Trump, Menkeu Amerika Serikat Jadi Target Pembunuhan

        2 Jam usai Dilantik Trump, Menkeu Amerika Serikat Jadi Target Pembunuhan Kredit Foto: Reuters
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Menteri Keuangan (Menkeu) Amerika Serikat (AS) Scott Bessent mengungkapkan bahwa dirinya pernah menjadi sasaran percobaan pembunuhan hanya dua jam setelah resmi dilantik menjabat oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. P

        Bessent mengatakan insiden tersebut menjadi bukti bahwa ancaman ekstremisme politik yang berujung pada kekerasan masih menjadi persoalan serius di Amerika Serikat.

        Baca Juga: Dokter Tifa Yakin Allah Bersamanya dalam Melawan Jokowi di Kasus Ijazah

        "Saya ingin mengingatkan semua orang di ruangan ini bahwa saya menjadi sasaran percobaan pembunuhan oleh seorang aktivis sayap kiri yang mengalami gangguan hanya dua jam setelah saya dilantik. Bagi siapa pun yang ingin mengatakan bahwa ancaman ini hanyalah fiksi dan tidak ada, silakan datang saat sidang pembacaan hukumannya pada Agustus nanti," kata Bessent, dikutip Jumat (17/7/2026).

        Pernyataan itu merujuk pada kasus Ryan Michael English. Ia merupakan pria berusia 24 tahun yang sebelumnya mengaku bersalah atas sejumlah dakwaan terkait rencana menyerang Bessent.

        Menurut Departemen Kehakiman Amerika Serikat, English datang ke Washington pada 27 Januari 2025. Ia membawa sebilah pisau lipat dan dua bom molotov rakitan dan kemudian mendatangi petugas kepolisian untuk menyerahkan diri.

        Jaksa mengungkapkan bahwa sosok itu mengakui datang dengan niat membunuh salah satu calon anggota kabinet yang sedang menjalani proses pemungutan suara konfirmasi di senat pada hari tersebut. Selain itu, ia juga disebut berencana membakar sebuah lembaga pemikir (think tank) di Washington.

        Penyidik turut menemukan sebuah catatan yang diduga ditulis oleh sosok itu sebelum aksinya. Dalam catatan tersebut, ia menuliskan alasan yang menurut penyidik berkaitan dengan motif politik.

        Baca Juga: IKN Pamer Sudah Miliki Pusat Finansial usai Tak Dipilih Prabowo Jadi Lokasi PFII: Ada 6 Bank di Sana

        Pada Maret 2026, English mengaku bersalah atas dakwaan menerima, memiliki dan memindahkan senjata api secara melawan hukum, serta membawa senjata berbahaya di Gedung Capitol Amerika Serikat. Sidang pembacaan hukumannya dijadwalkan berlangsung pada 14 Agustus 2026.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Aldi Ginastiar
        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: