Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        2.361 Lulusan Vokasi Kemenperin Siap Masuk Industri, 63 Persen Sudah Diterima Kerja

        2.361 Lulusan Vokasi Kemenperin Siap Masuk Industri, 63 Persen Sudah Diterima Kerja Kredit Foto: ChatGPT/Belinda Safitri
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Kementerian Perindustrian (Kemenperin) kembali melepas ribuan lulusan sekolah vokasi yang dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja sektor manufaktur. Sebanyak 2.361 siswa dari sembilan SMK-SMAK dan SMK-SMTI binaan Kemenperin resmi lulus pada 2026, dengan mayoritas di antaranya telah lebih dulu mendapatkan pekerjaan di perusahaan industri.

        Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, pembangunan sumber daya manusia (SDM) industri menjadi salah satu kunci untuk mewujudkan Indonesia sebagai negara industri maju. Menurutnya, pendidikan vokasi merupakan investasi jangka panjang dalam mencetak tenaga kerja yang kompeten, siap kerja, dan mampu bersaing di tingkat global.

        "Industri pengolahan adalah tulang punggung ekonomi kita dan terus menunjukkan kinerja yang positif. Berdasarkan data BPS, pada triwulan I 2026 industri pengolahan tumbuh 5,04 persen, berkontribusi 19,07 persen terhadap PDB nasional, menyerap lebih dari 20 juta tenaga kerja, serta menyumbang sekitar 82 persen ekspor nasional. Artinya, sektor industri terus berkembang dan membutuhkan tenaga-tenaga baru yang kompeten," ujar Agus saat Pelepasan Lulusan SMK-SMAK dan SMK-SMTI serta Studium Generale Serentak 2026 di SMK-SMAK Bogor, Kamis (16/7/2026).

        Mengusung tema "Bersama Mencetak SDM Industri Unggul, Berdaya Saing Global dan Berkelanjutan", kegiatan tersebut menjadi penanda kelulusan siswa dari sembilan sekolah vokasi Kemenperin yang tersebar di berbagai daerah. Masing-masing sekolah memiliki spesialisasi berbeda, mulai dari kimia industri, permesinan, otomasi industri, hingga mekatronika yang disesuaikan dengan kebutuhan sektor manufaktur di wilayahnya.

        Agus menilai, penguatan SDM industri juga sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang mendorong percepatan industrialisasi dan hilirisasi di dalam negeri.

        Baca Juga: Kemenperin Dorong IKM Olahan Singkong Masuk Rantai Pasok Industri Besar

        "Tidak ada hilirisasi tanpa laboratorium, dan tidak ada laboratorium tanpa analis. Tidak ada pabrik yang berjalan tanpa teknisi yang terampil. Cita-cita menjadikan Indonesia sebagai pusat manufaktur dunia tidak diwujudkan di ruang rapat, melainkan di meja laboratorium dan lantai produksi. Di sanalah para lulusan SMK-SMAK dan SMTI akan mengambil peran penting," katanya.

        Ia juga mengingatkan para lulusan agar tidak hanya mengandalkan kompetensi teknis, tetapi juga menjaga integritas dan profesionalisme saat memasuki dunia kerja.

        "Keunggulan kompetensi harus dibarengi dengan kejujuran dan integritas. Menjaga integritas berarti menjaga mutu produk Indonesia, melindungi konsumen, sekaligus memperkuat daya saing industri nasional di pasar global," ujarnya.

        Tingkat Penyerapan Kerja Capai 63 Persen

        Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Doddy Rahadi mengungkapkan, hingga Juli 2026 sebanyak 1.483 lulusan atau sekitar 63 persen dari total lulusan telah diterima bekerja di berbagai perusahaan manufaktur.

        Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan kurikulum dan sistem pendidikan vokasi Kemenperin telah selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.

        "Hingga Juli 2026, sebanyak 1.483 orang atau 63 persen dari total 2.361 lulusan telah terserap bekerja di berbagai perusahaan industri. Ini menunjukkan kompetensi lulusan SMK Kementerian Perindustrian sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri," kata Doddy.

        BPSDMI juga menyiapkan pendampingan bagi lulusan yang masih mencari pekerjaan. Selama tiga bulan pertama, sekolah akan memberikan asistensi dalam proses pencarian kerja. Jika hingga enam bulan belum terserap industri, para lulusan akan mengikuti program peningkatan kompetensi maupun pemagangan agar peluang kerja semakin besar.

        Sejumlah perusahaan yang telah merekrut lulusan sekolah vokasi Kemenperin antara lain PT Mayora Indah Tbk, PT Panasonic Gobel Energy Indonesia, PT Astra Daihatsu Motor, PT Toyota Boshoku Indonesia, PT Sucofindo, PT LAPI Laboratories, hingga PT Alamanda Global Health.

        Peminat Sekolah Vokasi Kemenperin Terus Meningkat

        Selain memiliki tingkat penyerapan kerja yang tinggi, sekolah vokasi Kemenperin juga semakin diminati masyarakat. Pada tahun ajaran 2026, rasio pendaftar terhadap daya tampung mencapai 1 banding 12,2, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka 1 banding 10,7.

        Baca Juga: Gaji Magang Nasional 2026 Capai Rp 5,9 Juta, Simak Daftar Lengkap Besaran Uang Saku dan Syarat Daftarnya

        Artinya, setiap satu kursi di SMK binaan Kementerian Perindustrian diperebutkan sekitar 12 calon peserta didik.

        Doddy menegaskan, meningkatnya minat masyarakat menjadi dorongan bagi BPSDMI untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan vokasi, mulai dari penyempurnaan tata kelola sekolah, evaluasi penyelenggaraan pendidikan, hingga memastikan seluruh lulusan memiliki kompetensi yang adaptif dan sesuai dengan kebutuhan industri yang terus berkembang.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ilham Nurul Karim
        Editor: Fajar Sulaiman

        Bagikan Artikel: