Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Wamen UMKM Dorong Optimalisasi PLUT Kulon Progo untuk Perkuat Pendampingan dan Daya Saing UMKM

        Wamen UMKM Dorong Optimalisasi PLUT Kulon Progo untuk Perkuat Pendampingan dan Daya Saing UMKM Kredit Foto: Kementerian UMKM
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Helvi Moraza menegaskan pentingnya peran Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) KUMKM dalam membantu pelaku usaha mengatasi berbagai kendala, mulai dari pembiayaan hingga pemasaran.

        Helvi mengatakan pemerintah pusat dan daerah terus berkolaborasi memperkuat fungsi PLUT sebagai pusat layanan bagi pelaku UMKM sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

        "Pemerintah pusat dan daerah hadir berkolaborasi membangun fasilitas PLUT untuk membantu mengatasi berbagai kendala yang dihadapi pengusaha UMKM, khususnya dalam pembiayaan dan pemasaran, sesuai arahan Presiden," ujar Helvi saat meninjau PLUT KUMKM Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (17/7/2026).

        Dalam kunjungan tersebut, Helvi meninjau berbagai fasilitas PLUT, berdialog dengan konsultan pendamping, serta mendengarkan pengalaman pelaku UMKM yang telah memanfaatkan layanan konsultasi, pelatihan, pendampingan usaha, hingga akses pembiayaan dan pemasaran.

        Ia juga mengapresiasi produk-produk unggulan UMKM Kulon Progo, terutama di sektor kerajinan, fesyen, dan kuliner. Menurutnya, produk-produk tersebut memiliki kualitas yang baik dan harga yang kompetitif sehingga berpotensi menarik minat wisatawan.

        Helvi menilai keberadaan Yogyakarta International Airport (YIA) menjadi peluang besar bagi Kulon Progo untuk mengembangkan perdagangan dan pariwisata. Karena itu, PLUT diharapkan mampu meningkatkan kapasitas pelaku UMKM agar dapat memanfaatkan potensi pasar yang semakin luas.

        "PLUT berperan penting memastikan pengusaha UMKM mampu menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri melalui peningkatan kapasitas produksi serta perluasan akses pasar, termasuk ke kawasan destinasi wisata," katanya.

        Menurut Helvi, pemerintah pusat akan terus mendampingi pemerintah daerah dalam mengoptimalkan potensi ekonomi lokal agar memiliki nilai tambah dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

        Ia menambahkan, penguatan ekosistem kewirausahaan membutuhkan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, lembaga keuangan, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

        Helvi juga meminta pemerintah daerah menjaga fungsi PLUT sebagai pusat layanan terpadu bagi UMKM. Sementara kepada para konsultan pendamping, ia berpesan agar memberikan layanan secara profesional sehingga mampu menghadirkan solusi yang tepat bagi pelaku usaha.

        Baca Juga: Industri Kopi Sumut Didorong Naik Kelas, BI Perkuat Hilirisasi dan Daya Saing UMKM

        Baca Juga: Menteri UMKM Dorong Adopsi AI untuk Percepat Pelaku Usaha Naik Kelas

        Sementara itu, Tenaga Ahli Menteri UMKM Faisal Anwar mengatakan PLUT perlu terus dikembangkan menjadi one stop service pendampingan UMKM sekaligus pusat inkubasi bisnis untuk mencetak wirausaha baru, meningkatkan produktivitas usaha, serta memperkuat inovasi dan digitalisasi.

        "Optimalisasi PLUT harus dilakukan melalui peningkatan kapasitas pendamping, penguatan jejaring kemitraan, pemanfaatan teknologi informasi, serta penyediaan program yang sesuai dengan kebutuhan UMKM. PLUT tidak hanya menjadi tempat konsultasi, tetapi juga pusat solusi bagi pengembangan usaha masyarakat," ujar Faisal.

        Menurutnya, Kulon Progo memiliki potensi besar di sektor pertanian, industri kreatif, kerajinan, hingga pariwisata. Melalui PLUT, berbagai potensi tersebut dapat dihubungkan dengan akses pembiayaan, kemitraan usaha, dan peluang pasar sehingga mampu meningkatkan nilai tambah produk unggulan daerah.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
        Editor: Fajar Sulaiman

        Bagikan Artikel: