Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Motor Nasional Harus Dibangun dari Teknologi Lokal, Bukan Sekadar Perakitan

        Motor Nasional Harus Dibangun dari Teknologi Lokal, Bukan Sekadar Perakitan Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Mewujudkan motor nasional tidak cukup hanya menghadirkan sebuah merek baru. Fondasi yang lebih penting adalah kemampuan mengembangkan teknologi, melakukan riset dan rekayasa (engineering), serta memiliki intellectual property (IP) yang benar-benar berasal dari Indonesia.

        Pandangan tersebut disampaikan CEO Mimo, Adicahya, yang menilai cita-cita membangun industri kendaraan listrik nasional akan memberikan dampak lebih besar apabila pemerintah mendorong pertumbuhan pelaku industri lokal yang sejak awal mengembangkan produk berbasis IP dalam negeri.

        Menurut dia, pendekatan yang ideal bukan sekadar meluncurkan produk baru, melainkan memperkuat perusahaan-perusahaan lokal melalui dukungan fiskal dan akses pasar agar mampu berkembang secara berkelanjutan.

        "Dengan model ini, industri-industri lokal akan tumbuh, kemampuan rancang bangun berkembang, rantai pasok lokal juga terbangun," kata Adicahya.

        Ia mengakui pendekatan tersebut membutuhkan waktu lebih lama dibanding membangun proyek yang hasilnya dapat terlihat dalam waktu singkat. Namun, menurutnya, dampak yang dihasilkan akan jauh lebih berkelanjutan.

        "Model ini memang perlu waktu lebih lama, tapi akan lebih sustain dan dampak positif turunannya akan lebih besar dan riil," ujarnya.

        Penguasaan Teknologi Jadi Kunci

        Adicahya menilai keberhasilan membangun motor nasional seharusnya tidak hanya diukur dari keberadaan sebuah merek. Yang jauh lebih penting adalah kemampuan industri dalam negeri menguasai teknologi inti, mulai dari proses desain, penelitian, pengembangan produk, hingga kemampuan rekayasa.

        Dengan penguasaan intellectual property, produsen lokal dinilai memiliki keleluasaan untuk terus berinovasi tanpa bergantung pada teknologi pihak lain. Kondisi tersebut juga akan mendorong tumbuhnya rantai pasok domestik, industri komponen, hingga kolaborasi dengan lembaga riset dan perguruan tinggi.

        Menurutnya, membangun kemampuan teknologi memang membutuhkan waktu lebih panjang. Namun, pendekatan tersebut akan menciptakan industri yang lebih kuat dan memiliki daya saing dalam jangka panjang dibanding hanya berfokus pada peluncuran sebuah produk.

        Baca Juga: Bidik Pasar Motor Listrik RI, VinFast Rakit Lokal di Pabrik Subang

        Baca Juga: Produsen Nilai Rencana Motor Listrik Nasional Perlu Berbasis Industri yang Sudah Ada

        Pernyataan Adicahya merupakan tanggapan atas rencana Presiden Prabowo Subianto yang mengungkapkan pemerintah akan segera meluncurkan motor listrik nasional.

        Hal itu disampaikan Prabowo saat menghadiri Panen Raya Bersama TNI di Lanud Abdul Rachman Saleh, Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026).

        "Saya akan launching beberapa minggu ini, motor listrik nasional," kata Prabowo.

        Prabowo berharap kehadiran kendaraan tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat, termasuk para petani.

        "Saya berharap nanti petani-petani kita minimal naik motor. Motor listrik. Siapa tahu ada yang pakai mobil semuanya."

        Ia juga menegaskan Indonesia akan memiliki kendaraan yang dikembangkan oleh anak bangsa.

        "Kita akan punya motor buatan anak-anak Indonesia. Kita akan punya mobil buatan anak-anak Indonesia," ujar Prabowo.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ilham Nurul Karim
        Editor: Fajar Sulaiman

        Bagikan Artikel: