Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Tak Kunjung Lumpuhkan Iran, Trump Dianggap Kalah dan Didesak Akhiri Perang oleh Parlemen AS

Tak Kunjung Lumpuhkan Iran, Trump Dianggap Kalah dan Didesak Akhiri Perang oleh Parlemen AS Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Sejumlah anggota parlemen Amerika Serikat menilai operasi militer Washington terhadap Iran selama enam bulan terakhir sebagai kegagalan total. Di tengah kritik tersebut, Komando Pusat AS (CENTCOM) justru melancarkan serangan baru terhadap sejumlah target Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).

Gelombang serangan terbaru berlangsung pada Selasa (1/9/2026). CENTCOM menyebut target serangan mencakup lokasi pertahanan udara, sistem radar, aset dan fasilitas maritim, kemampuan penebaran ranjau, serta lokasi komunikasi IRGC di Teheran dan sekitar Selat Hormuz.

Eskalasi militer tersebut turut berdampak pada harga minyak dunia dan popularitas Presiden AS Donald Trump. Jajak pendapat Reuters/Ipsos yang dirilis Senin (31/8/2026) mencatat tingkat dukungan terhadap Trump berada di angka 33 persen.

Kritik terhadap perang juga datang dari sejumlah anggota Senat AS. Senator Virginia dari Partai Demokrat sekaligus Wakil Ketua Komite Intelijen Senat AS, Mark Warner, mempertanyakan hasil operasi militer yang telah berlangsung selama enam bulan.

Dikutip dari Press TV, Warner menyoroti dampak perang terhadap stabilitas amunisi serta kondisi ekonomi Amerika Serikat. Senator Maryland dari Partai Demokrat, Chris Van Hollen, juga mendesak agar konflik tersebut segera dihentikan.

Pimpinan Fraksi Demokrat di Senat AS, Schumer, turut menyoroti dampak operasi tersebut terhadap logistik militer Amerika Serikat. Ia menyebut perang yang dikobarkan Trump "tidak menghasilkan apa-apa selain terkurasnya cadangan logistik Amerika dan melemahnya posisi militer negara tersebut" serta menilainya sebagai "kegagalan total".

Kritik serupa disampaikan pimpinan oposisi di DPR AS. Jeffries menyebut operasi militer Amerika Serikat terhadap Iran sebagai "kegagalan besar".

Mantan ketua parlemen AS, Pelosi, juga menyebut perang Trump di Iran sebagai "kesalahan fatal". Ia bahkan menyindir nama resmi operasi militer tersebut, Operation Epic Fury, dengan menyebutnya sebagai "Operation Epic Failure".

Kritik terhadap operasi militer Iran juga muncul dari internal Partai Republik, terutama terkait durasi operasi tanpa persetujuan Kongres.

Baca Juga: Bukan Luluh, Iran Justru Pasang Ranjau Baru di Selat Hormuz Sebabkan 400 Kapal Tak Bisa Keluar

Massie sebelumnya menyebut perang tersebut sebagai "kesalahan terbesar dan paling merugikan" yang dilakukan Trump.

Di tengah kritik dari Kongres, CENTCOM menegaskan serangan terbaru terhadap Iran dilakukan terhadap sejumlah fasilitas milik IRGC.

Menurut CENTCOM, serangan tersebut merupakan respons terhadap tindakan IRGC terhadap jalur pelayaran internasional dan personel militer Amerika Serikat yang ditempatkan di kawasan tersebut.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat

Tag Terkait: