Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Tak Jadi Dibubarkan? Purbaya Ungkap Sederet Perbaikan di Bea Cukai

        Tak Jadi Dibubarkan? Purbaya Ungkap Sederet Perbaikan di Bea Cukai Kredit Foto: Cita Auliana
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, memberi sinyal untuk mempertahankan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai setelah sebelumnya memberi peringatan bakal membubarkan institusi tersebut apabila tidak menunjukkan perbaikan hingga September 2026,.

        Purbaya menyampaikan Bea Cukai progresnya sudah amat baik. Menurutnya, pembenahan dilakukan mulai dari restrukturisasi sumber daya manusia hingga pergantian pejabat di tingkat pimpinan.

        "Bea Cukai progresnya sudah amat baik. Kita sudah kocok pegawai-pegawai di sana dan sekarang yang di puncak-puncak pimpinannya sudah orang-orang yang relatif lebih baik. Mereka tahu kalau mereka tidak baik, mereka akan dibubarkan," ujar Purbaya dalam APBN Kita, Selasa (21/7/2026).

        Ia mengungkapkan, indikator perbaikan mulai terlihat dari peningkatan kinerja institusi. Penerimaan Bea Cukai, kata dia, telah mencatat pertumbuhan sekitar 7%, lebih tinggi dibandingkan capaian sebelumnya yang berada di kisaran 6%.

        Selain itu, pemerintah juga mengklaim mulai melihat penurunan peredaran barang selundupan di pasar serta meningkatnya efektivitas penindakan terhadap pelanggaran kepabeanan.

        "Kalau kita lihat di pasar, barang selundupan sudah berkurang banyak. Bea Cukai juga aktif melakukan penangkapan terhadap peredaran rokok ilegal. Sekarang jumlah penindakannya semakin banyak," katanya.

        Purbaya menjelaskan, salah satu langkah yang diterapkan adalah meningkatkan biaya atau risiko bagi pelaku penyelundupan. Selama ini, menurutnya, ketika kendaraan pengangkut barang ilegal ditangkap, hanya muatannya yang disita, sementara kendaraan dan pengemudi dapat langsung dilepas.

        Akibatnya, biaya yang harus ditanggung pelaku untuk melakukan penyelundupan relatif rendah sehingga tidak menimbulkan efek jera.

        "Kalau ada truk membawa barang ilegal yang ditahan, selama ini cuma barang ilegalnya yang disita. Truknya dilepas, sopirnya dilepas. Cost untuk melakukan praktik ilegal jadi murah," ujarnya.

        Kini, pemerintah mengubah pendekatan tersebut dengan menahan seluruh kendaraan yang digunakan untuk mengangkut barang ilegal hingga seluruh proses pemeriksaan selesai.

        Baca Juga: Purbaya: Prabowo Ingin Bea Cukai Bubar dan Ganti Swasta dari Swiss

        Baca Juga: Prabowo Ingin 'Singkirkan' 16 Ribu Orang Bea Cukai, Purbaya: Saya Minta Sampai September Ini Betulin

        Ia mengatakan, kebijakan tersebut telah diterapkan di seluruh kantor Bea Cukai di Indonesia. Menurutnya, banyak kendaraan hasil penindakan kini masih ditahan sebagai bagian dari proses hukum, sehingga di sejumlah pelabuhan dan bandara terlihat deretan truk maupun mobil yang diamankan.

        Di sisi lain, pengawasan di pintu-pintu masuk negara juga diperketat. Purbaya menyebut aparat Bea Cukai kini semakin gencar mengungkap berbagai kasus penyelundupan, termasuk penyelundupan emas yang belakangan mulai banyak terungkap melalui operasi penindakan.

        "Di Semarang ada berapa mobil-mobil itu di pelabuhan. Di bandara juga semakin ketat sekarang penyelundupan emas banyak yang ditangkap," pungkas Purbaya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Dwi Aditya Putra
        Editor: Dwi Aditya Putra

        Bagikan Artikel: