Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Jadi Kepala BGN, Harta Kekayaan Sudaryono Capai Rp31,39 Miliar! Ini Rinciannya

        Jadi Kepala BGN, Harta Kekayaan Sudaryono Capai Rp31,39 Miliar! Ini Rinciannya Kredit Foto: Youtube Sekretariat Presiden
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Presiden Prabowo Subianto menunjuk Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru menggantikan Nanik Sudaryati Deyang. 

        Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan pergantian pimpinan BGN dilakukan setelah Nanik mengundurkan diri karena alasan kesehatan di tengah proses pembenahan lembaga.

        “Memang ini bukan situasi yang kita harapkan dan bukan sesuatu yang mudah juga untuk mencari sosok penggantinya. Namun demikian, ternyata ada dinamika baru di mana Kepala BGN mengajukan pengunduran diri dan Bapak Presiden memutuskan penggantinya selaku Kepala BGN adalah Bapak Sudaryono yang saat ini menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian,” kata Prasetyo Hadi di Istana Kepresidenan, Rabu (22/7/2026).

        Penunjukan Sudaryono dinilai strategis mengingat BGN menjadi pelaksana Program Makan Bergizi Gratis yang membutuhkan sinergi erat dengan sektor produksi pangan. Pengalaman Sudaryono di Kementerian Pertanian diharapkan dapat memperkuat rantai pasok bahan pangan sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan gizi nasional.

        Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) periodik 2025 yang disampaikan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 29 Maret 2026, Sudaryono memiliki total harta kekayaan bersih sebesar Rp31,39 miliar.  

        Dalam laporan tersebut, total aset Sudaryono mencapai Rp91,76 miliar, sedangkan total utangnya tercatat Rp60,37 miliar

        Baca Juga: Sudaryono: Saya Tidak Punya SPPG, Keluarga Saya Juga Tidak

        Baca Juga: Sudaryono Ngaku Ditelepon Teddy Sebelum Dilantik Jadi Kepala BGN Sore Ini

        Baca Juga: Profil Sudaryono, Anak Petani Grobogan yang Gantikan Nanik S Deyang Pimpin BGN

        Komposisi terbesar kekayaannya berasal dari aset tanah dan bangunan senilai Rp69,69 miliar yang tersebar di Bogor, Depok, Tangerang Selatan, Semarang, Sukoharjo, Klaten, Jepara, hingga Jakarta Selatan.  

        Selain itu, Sudaryono memiliki kendaraan senilai Rp1,07 miliar yang terdiri atas dua unit Toyota Fortuner, dua unit Toyota Innova, dan satu sepeda motor. Ia juga melaporkan kepemilikan surat berharga senilai Rp7,65 miliar serta kas dan setara kas sebesar Rp13,35 miliar

        Anak Petani dengan Rekam Jejak di Pangan

        Merujuk profil resminya, Sudaryono lahir di Grobogan, Jawa Tengah, pada 23 Januari 1985. Ia berasal dari keluarga petani dan merupakan anak tunggal pasangan Yahyo dan Suwarni.

        Pendidikan menengah ditempuh di SMA Taruna Nusantara sebelum memperoleh beasiswa untuk belajar Teknik Mesin di National Defense Academy (NDA) Jepang dan lulus pada 2009. Ia kemudian meraih gelar Master of Business Administration (MBA) dari Swiss German University pada 2018, serta menyelesaikan program doktor bidang keuangan di Institut Pertanian Bogor (IPB) pada 2023.

        Sebelum masuk pemerintahan, Sudaryono memiliki pengalaman di sektor swasta dengan pernah menjabat sebagai Corporate Secretary Nusantara Energy, pimpinan PT Nusantara Telematics System, hingga CEO Garuda TV.

        Di sektor pangan, ia juga aktif sebagai Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) dan Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI). Selain itu, Sudaryono dipercaya menjadi Ketua Dewan Pengawas Perum Bulog dan Komisaris Utama PT Pupuk Indonesia (Persero).

        Baca Juga: Presiden Prabowo Tunjuk Sudaryono Jadi Ketua BGN

        Baca Juga: Sudaryono Ngaku Ditelepon Teddy Sebelum Dilantik Jadi Kepala BGN Sore Ini

        Dalam karier politik, mantan asisten pribadi Presiden Prabowo Subianto tersebut menjabat Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Tengah sebelum dilantik sebagai Wakil Menteri Pertanian.

        Selama menjabat Wamentan, Sudaryono banyak terlibat dalam upaya memperkuat produksi pangan, meningkatkan efisiensi rantai pasok, serta mendorong percepatan swasembada pangan. Pengalaman tersebut dinilai menjadi modal penting untuk memimpin BGN yang bertanggung jawab menjalankan program pemenuhan gizi nasional berbasis ketersediaan pangan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Annisa Nurfitri
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: