Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        AS Bisa Blunder, Iran Disebut Sangat Siap Perang Jarak Dekat

        AS Bisa Blunder, Iran Disebut Sangat Siap Perang Jarak Dekat Kredit Foto: Reuters/president.ir
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Iran menyatakan telah menyiapkan berbagai skenario militer untuk menghadapi kemungkinan serangan baru dari Amerika Serikat, termasuk jika Washington memutuskan melancarkan invasi darat. Pernyataan itu menegaskan kesiapan Teheran menghadapi konflik jarak dekat apabila eskalasi terus meningkat.

        Seorang sumber militer Iran kepada RIA Novosti, yang dipublikasikan pada Kamis (23/7/2026), mengatakan angkatan bersenjata Iran telah menyusun berbagai skenario untuk merespons setiap bentuk serangan dari Amerika Serikat.

        "Angkatan bersenjata kami telah menyiapkan berbagai skenario untuk menghadapi setiap serangan baru dari AS, terutama jika Washington melakukan kesalahan dengan melancarkan invasi darat," kata sumber tersebut.

        Menurut sumber itu, Iran juga memperingatkan bahwa setiap serangan ulang terhadap fasilitas nuklir maupun infrastruktur negara tersebut akan dibalas dengan respons yang melampaui perkiraan Amerika Serikat.

        Sumber tersebut menyebut ancaman yang disampaikan Presiden AS Donald Trump justru meningkatkan kesiapan operasional angkatan bersenjata Republik Islam Iran dalam mengantisipasi kemungkinan invasi.

        Ia juga menegaskan bahwa tanggung jawab atas segala konsekuensi yang timbul akibat meningkatnya eskalasi ketegangan berada di pihak Washington.

        Di sisi lain, Amerika Serikat kembali melancarkan serangan terhadap Iran untuk malam ke-12 berturut-turut.

        Baca Juga: Politisi PDIP 'Semprot' Pendukung Jokowi yang Kritik Prabowo: Itu Dikampanyekan Gibran

        Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan pasukan AS mulai melancarkan serangan tambahan terhadap sasaran militer Iran pada Rabu (22/7/2026) pukul 17.30 waktu Timur AS atau Kamis pukul 04.30 WIB, sesuai arahan Panglima Tertinggi.

        "Misi ini akan terus berlanjut untuk semakin mengurangi kemampuan Iran dalam mengancam pelaut sipil dan kapal-kapal komersial yang melintasi perairan kawasan," tulis CENTCOM melalui platform X.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Amry Nur Hidayat
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: