Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Timur Tengah Makin Tegang! Trump Pertimbangkan Serangan Besar ke Iran

        Timur Tengah Makin Tegang! Trump Pertimbangkan Serangan Besar ke Iran Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengaku semakin dekat untuk memutuskan serangan militer besar terhadap Iran. Pernyataan itu disampaikan ketika konflik di Timur Tengah terus meningkat dalam beberapa pekan terakhir.

        Trump mengungkapkan keputusan tersebut masih dalam tahap pertimbangan. Namun, ia menegaskan militer Amerika Serikat telah siap apabila operasi benar-benar dijalankan.

        "Saya sedang mempertimbangkan serangan besar-besaran. Lebih besar dari sebelumnya. Saya dekat untuk mengambil keputusan. Kami sudah siap untuk itu," kata Trump.

        Seiring meningkatnya ketegangan, Kementerian Luar Negeri AS mengimbau seluruh warganya di Timur Tengah agar bersiap menghadapi kemungkinan gangguan perjalanan udara. Pemerintah AS memperingatkan potensi pembatalan penerbangan akibat situasi keamanan yang memburuk.

        Pernyataan Trump muncul di hari yang sama ketika kelompok Houthi menyerang dua kapal tanker minyak milik Arab Saudi di Laut Merah. Kelompok yang didukung Iran itu mengklaim serangan dilakukan karena kedua kapal dianggap melanggar blokade yang mereka tetapkan.

        Dalam pernyataan melalui Telegram, Houthi menyebut dua kapal yang menjadi sasaran adalah Encelia dan Layla. Pemerintah Arab Saudi kemudian melaporkan salah satu kapal mengalami kebakaran, meski tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

        Dampak serangan itu mulai terasa pada jalur perdagangan internasional. Data pelayaran menunjukkan sedikitnya sembilan kapal tanker mengubah rute setelah Houthi mengumumkan blokade di Selat Bab el-Mandeb.

        Baca Juga: Iran Tolak Proposal Gencatan Senjata Trump, Ada Apa di Balik Keputusan Teheran?

        Sebelumnya, Houthi menyatakan telah menutup Selat Bab el-Mandeb bagi kapal yang memiliki keterkaitan dengan Arab Saudi. Langkah tersebut disebut sebagai balasan atas blokade Riyadh terhadap Yaman dan serangan ke Bandara Internasional Sanaa.

        Akibat situasi tersebut, sejumlah kapal kini harus memutar melalui Tanjung Harapan. Perubahan rute itu menambah waktu pelayaran antara Asia dan Eropa hingga dua sampai tiga minggu, padahal Selat Bab el-Mandeb selama ini menjadi jalur penting yang dilalui sekitar 12 persen perdagangan dunia dan seperempat lalu lintas kontainer global.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Christian Andy
        Editor: Christian Andy

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: