Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Laba Emiten Sawit Haji Isam PGUN Anjlok 46,72% pada Semester I-2026

        Laba Emiten Sawit Haji Isam PGUN Anjlok 46,72% pada Semester I-2026 Kredit Foto: Antara/Nova Wahyudi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN), emiten perkebunan kelapa sawit milik Haji Isam, membukukan penurunan laba bersih sebesar 46,72% pada semester I-2026 seiring melemahnya pendapatan. Efisiensi biaya yang dilakukan perseroan belum mampu mengimbangi penurunan penjualan.

        Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Sabtu (25/7/2026), laba bersih PGUN turun menjadi Rp44,51 miliar pada semester I-2026, dibandingkan Rp83,53 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

        Penurunan laba tersebut turut menekan laba per saham dasar (earnings per share/EPS) menjadi Rp7,76 per saham, dari Rp14,56 per saham pada semester I-2025.

        Kinerja laba tertekan sejalan dengan penurunan pendapatan. Sepanjang Januari–Juni 2026, penjualan bersih PGUN tercatat sebesar Rp304,97 miliar, turun 20,83% dibandingkan Rp385,17 miliar pada semester I-2025.

        Di tengah pelemahan pendapatan, perseroan berhasil menekan beban pokok pendapatan sebesar 33,19% menjadi Rp155,60 miliar dari Rp233 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

        Namun, penghematan tersebut belum cukup menopang profitabilitas. Laba bruto PGUN turun 1,81% menjadi Rp149,33 miliar dari Rp152,08 miliar.

        Tekanan yang lebih besar terlihat pada laba usaha yang merosot 42,97% menjadi Rp67,92 miliar, dibandingkan Rp119,09 miliar pada semester I-2025.

        Baca Juga: Pembiayaan Baru Rp10,7 Triliun, Laba BFI Finance Tumbuh 8,7%

        Baca Juga: Taspen Life Cetak Lonjakan Laba Bersih 526,7% di Tengah Penerapan PSAK 117

        Baca Juga: Bank Jago Raup Laba Rp189 Miliar di Semester I-2026

        Sementara itu, laba sebelum pajak tercatat turun 46,51% menjadi Rp57,19 miliar dari Rp106,94 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

        Dari sisi neraca, total aset perseroan per 30 Juni 2026 mencapai Rp2,42 triliun, turun 3,97% dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp2,52 triliun.

        Meski aset menyusut, PGUN berhasil memperbaiki struktur permodalannya dengan menurunkan total liabilitas menjadi Rp502,55 miliar. Pada saat yang sama, total ekuitas meningkat tipis menjadi Rp1,92 triliun.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Dian Ihsan
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: