Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Gibran Jadi Panglima Jokowi? 'Menjadi Dirinya Saja Tidak Bisa'

        Gibran Jadi Panglima Jokowi? 'Menjadi Dirinya Saja Tidak Bisa' Kredit Foto: Antara/Muhammad Iqbal
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Budayawan Mohamad Sobary menilai Wakil Presiden Gibran Rakabuming belum mampu memainkan peran sebagai panglima politik ayahnya, Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi).

        Menurut Sobary, Gibran bahkan belum bisa menjadi dirinya sendiri secara utuh, sehingga sulit diharapkan untuk mengeksekusi strategi politik Jokowi.

        "Kecewa ya kecewa ditambah suatu kenyataan Gibran itu menjadi dirinya saja tidak bisa. Menjadi dirinya sebagai pribadi yang utuh belum bisa. Bagaimana pula kalau orang memainkan peran pribadinya belum bisa disuruh memainkan peran panglima, lebih tidak bisa lagi," ujarnya dalam Forum Keadilan TV, dikutip Sabtu (25/7).

        Sobary menambahkan, posisi Gibran sebagai wakil presiden pun belum terlihat jelas. "Ini merupakan suatu tamparan di wajah bangsa Indonesia. Setiap orang ditampar lagi," tandasnya.

        Sobary menyampaikan hal ini saat membahas dugaan bahwa Jokowi menginstruksikan Gibran agar tidak duduk sejajar dengan Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Senin (20/7/2026), melainkan sejajar dengan para Menteri Koordinator.

        Baca Juga: 'Dia Itu Boneka Bung', Kritik Pedas Budayawan soal Kekosongan Gibran

        Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memberikan klarifikasi resmi terkait posisi duduk Gibran. Ia menegaskan bahwa perubahan tata letak meja sidang murni karena kebutuhan teknis operasional, bukan karena adanya keretakan politik.

        "Kalau saudara-saudara kemarin perhatikan adalah bapak presiden berada di tengah-tengah. Dan kalau yang dipertanyakan adalah posisi dari bapak wakil presiden, kalau menurut kami ini hanya masalah kebutuhan teknis semata, tidak ada hal-hal lain yang mungkin perlu dikhawatirkan," ujar Prasetyo.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
        Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

        Bagikan Artikel: