Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Dipimpin Rano Karno, HIPMI Jaya dan HIPMI Jakarta Utara Sumbang 1.000 Bibit untuk Giant Mangrove Wall

        Dipimpin Rano Karno, HIPMI Jaya dan HIPMI Jakarta Utara Sumbang 1.000 Bibit untuk Giant Mangrove Wall Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPD HIPMI) Jaya bersama Badan Pengurus Cabang (BPC) HIPMI Jakarta Utara berpartisipasi dalam kegiatan penanaman mangrove yang digelar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia yang diperingati setiap 26 Juli.

        Kegiatan bertema "Menjaga Mangrove, Mengamankan Generasi Mendatang" tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno. Acara juga dihadiri perwakilan instansi pemerintah, Duta Besar Malaysia Rosnita Hamzah, serta sejumlah pihak kolaborator.

        Dalam kegiatan yang berlangsung di Taman Wisata Alam Angke, Pantai Indah Kapuk, Minggu (26/7), BPD HIPMI Jaya di bawah kepemimpinan Ketua Umum Muhammad Riandy Haroen melalui BPC HIPMI Jakarta Utara menyumbangkan sebanyak 1.000 bibit mangrove. Kontribusi tersebut menjadi bagian dari dukungan dunia usaha terhadap program Giant Mangrove Wall yang dijalankan Pemprov DKI Jakarta.

        Hingga Juli 2026, koridor penanaman mangrove di Jakarta telah mencapai panjang 1.368 meter. Capaian tersebut melampaui target Pemprov DKI Jakarta yang menetapkan penanaman sepanjang satu kilometer setiap tahun.

        Ketua Umum BPC HIPMI Jakarta Utara Victor Herryanto mengajak masyarakat maupun berbagai organisasi untuk ikut berpartisipasi dalam gerakan penanaman mangrove sebagai bagian dari persiapan menyambut perayaan lima abad DKI Jakarta pada 2027.

        Menurutnya, keterlibatan berbagai elemen masyarakat dibutuhkan agar program rehabilitasi kawasan pesisir dapat berjalan berkelanjutan sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas.

        Selain berfungsi sebagai benteng alami yang melindungi wilayah pesisir dari abrasi, gelombang besar, intrusi air laut, dan dampak perubahan iklim, mangrove juga memiliki nilai ekonomi yang semakin diperhitungkan.

        Ekosistem mangrove menjadi habitat bagi berbagai jenis ikan, udang, kepiting, burung, dan satwa lainnya yang menopang mata pencaharian masyarakat pesisir. Di sisi lain, mangrove juga memiliki kemampuan menyerap dan menyimpan karbon dalam jumlah besar sehingga berkontribusi terhadap upaya mitigasi perubahan iklim.

        Keberadaan hutan mangrove turut membantu menjaga kualitas air, mengurangi sedimentasi, serta mendukung keberlanjutan ekosistem laut seperti padang lamun dan terumbu karang.

        Baca Juga: Forbisda HIPMI Maluku Perkuat Kolaborasi Pengusaha Muda Dorong Ekonomi Daerah

        Dari sisi ekonomi, penanaman mangrove dipandang sebagai investasi jangka panjang yang tidak hanya memperkuat ketahanan kawasan pesisir, tetapi juga membuka peluang pengembangan ekonomi hijau. Pemanfaatan produk turunan mangrove dinilai dapat menciptakan nilai tambah bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), sekaligus mendorong terciptanya aktivitas ekonomi yang berkelanjutan di kawasan pesisir.

        Melalui kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, penanaman mangrove diharapkan tidak hanya menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga memperkuat fondasi ekonomi hijau yang mampu memberikan manfaat bagi generasi mendatang.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Amry Nur Hidayat

        Bagikan Artikel: