Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Tingkatkan Efisiensi Usaha Tani, Kementan Dorong Poktan dan UPJA Kelola Pompa Air

        Tingkatkan Efisiensi Usaha Tani, Kementan Dorong Poktan dan UPJA Kelola Pompa Air Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Kementerian Pertanian mendorong kelembagaan petani seperti Poktan (Kelompok Tani), Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani), dan UPJA (Usaha Pelayanan Jasa Alat dan Mesin Pertanian/alsintan) untuk mengelola bantuan alsintan secara profesional. Pengelolaan kolektif ditujukan agar manfaat sarana mesin pertanian dapat dirasakan oleh seluruh petani di desa.

        Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Andi Nur Alam Syah mengatakan, seluruh organisasi di bidang ekonomi petani penerima bantuan diwajibkan telah terdaftar resmi dalam database SIMLUHTAN (Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian). Verifikasi data dilakukan guna menjamin alokasi unit mesin pompa air tepat sasaran dan berdaya guna.

        "Harapannya bantuan pemerintah ini tidak hanya dimanfaatkan oleh penerima secara langsung, tetapi juga memberikan manfaat bagi petani lainnya. Dengan pengelolaan yang baik, alsintan akan meningkatkan efisiensi usaha tani, menjaga produktivitas di tengah ancaman kekeringan, sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional dan mendukung percepatan swasembada pangan," jelas Andi melalui keterangan persnya, Minggu (26/7/2026).

        Andi megungkapkan, terobosan ini diterapkan lantaran upaya Kementerian Pertanian (Kementan) dalam memitigasi kekeringan nasional untuk menjaga produksi pangan di tengah ancaman musim kemarau dan perubahan iklim. Salah satu upayanya yakni program pompanisasi menjadi strategi pemerintah untuk memastikan lahan sawah tetap memperoleh pasokan air sehingga target swasembada pangan dapat terus dijaga.

        "Mitigasi kekeringan harus dilakukan secara cepat dan tepat sasaran. Pompanisasi merupakan salah satu strategi utama agar petani tetap dapat mengairi sawah meskipun curah hujan menurun. Di sisi lain, modernisasi pertanian melalui dukungan alsintan juga terus kami dorong agar produktivitas tetap terjaga dan target swasembada pangan dapat tercapai," ujarnya.

        Baca Juga: Skema Baru BPJS Ketenagakerjaan Bidik Petani Sawit dan Buruh Harian Lepas

        Selain itu, keberadaan UPJA diposisikan sebagai unit pelayanan jasa penyedia mesin pengolahan lahan dan pengairan persawahan. Tata kelola alat yang rapi terbukti mampu menekan pengeluaran operasional usaha tani harian secara signifikan.

        "Selain mempercepat distribusi pompa air, Kementan juga terus memperkuat modernisasi pertanian melalui penyaluran berbagai alsintan, mulai dari traktor roda dua dan roda empat, rice transplanter, combine harvester hingga berbagai sarana mekanisasi lainnya," sambung Andi.

        Kementan berharap efisiensi usaha tani yang tercipta dapat mendongkrak pendapatan serta kesejahteraan para petani. Penguatan kapasitas kelembagaan lokal menjadi kunci terwujudnya ketahanan pangan nasional yang mandiri.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Muhammad Farhan Shatry
        Editor: Istihanah

        Bagikan Artikel: