Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Iran Murka! Kapal Komersialnya Diserang Ukraina, Menlu Ancam Balasan

        Iran Murka! Kapal Komersialnya Diserang Ukraina, Menlu Ancam Balasan Kredit Foto: AP Photo/Iranian Army
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Iran mengecam keras serangan militer Ukraina terhadap sebuah kapal komersial miliknya di Laut Kaspia. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi bahkan memperingatkan bahwa serangan tersebut tidak akan dibiarkan tanpa balasan.

        Serangan itu dilaporkan menewaskan seorang pelaut Iran dan melukai satu orang lainnya. Teheran juga menuding Israel berada di balik serangan yang dilakukan Ukraina tersebut.

        Araghchi menyampaikan kecaman itu setelah Ukraina melancarkan serangan terhadap kapal komersial Iran di Laut Kaspia. Ia menilai tindakan tersebut telah melanggar Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

        "Zelensky telah menyerang sebuah kapal komersial Iran dan menewaskan seorang pelaut," kata Araghchi melalui media sosial X.

        Menurut Araghchi, serangan terhadap kapal Iran bukan sekadar tindakan militer Ukraina. Ia menuding serangan tersebut dilakukan atas perintah Israel untuk menyeret negara-negara Eropa ke dalam konflik.

        "Ini merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap Piagam PBB, yang dilakukan atas perintah Israel untuk menyeret Eropa ke dalam perangnya," ujar Araghchi.

        Araghchi juga mengaku telah menyampaikan sikap Iran kepada pejabat Uni Eropa dan Rusia. Ia membahas persoalan tersebut dalam percakapan terpisah dengan Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Kaja Kallas dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov.

        "Dalam pembicaraan dengan Perwakilan Tinggi UE (Uni Eropa) Kallas dan Menlu Lavrov, ditegaskan bahwa tindakan 'si parasit' di Kyiv itu 'TIDAK BISA DIBIARKAN TANPA BALASAN," tegas Araghchi.

        Kementerian Luar Negeri Iran sebelumnya melaporkan kapal komersial tersebut mengalami ledakan akibat serangan Ukraina. Insiden itu menyebabkan satu pelaut tewas dan seorang lainnya mengalami luka-luka.

        Teheran kemudian memanggil charge d'affaires Ukraina pada Sabtu (25/7/2026). Pemanggilan tersebut dilakukan sebagai bentuk protes atas serangan militer Kyiv terhadap kapal Iran di Laut Kaspia.

        Di sisi lain, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengklaim serangan jarak jauh negaranya di Laut Kaspia memberikan hasil yang kuat. Ia menyebut operasi tersebut menyasar kapal yang berkaitan dengan pengiriman kargo militer Iran dan sebuah kapal perang.

        Dinas intelijen Ukraina atau SBU juga menyatakan serangan drone menyasar kapal kargo yang terkena sanksi internasional. Kapal tersebut disebut digunakan untuk mengangkut kargo militer antara Iran dan Rusia.

        Baca Juga: Titah Khamenei: Iran Tak Akan Tinggalkan Lebanon Sendirian Hadapi Israel

        Sementara itu, Iran membantah keterlibatan dalam konflik Rusia dan Ukraina. Teheran menegaskan bahwa negaranya tidak pernah ikut campur dalam konflik kedua negara tersebut.

        "Tidak pernah campur tangan dalam konflik antara Rusia dan Ukraina," tegas otoritas Iran.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Christian Andy
        Editor: Christian Andy

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: