Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Titah Khamenei: Iran Tak Akan Tinggalkan Lebanon Sendirian Hadapi Israel

Titah Khamenei: Iran Tak Akan Tinggalkan Lebanon Sendirian Hadapi Israel Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Iran menegaskan bahwa pihaknya akan selalu bersama dengan Hezbollah Lebanon. Hal itu menyusul perlawanan negara dan kelompok tersebut menghadapi Israel di Timur Tengah.

Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, menegaskan bahwa Teheran menegaskan bahwa jaminan keamanan untuk sekutunya tersebut merupakan bagian syarat tercapainya kesepakatan damai antara Iran dan Amerika Serikat (AS).

Baca Juga: Amerika Kehabisan Amunisi untuk Serang Iran? Kini Trump 'Perang' Lewat Gambar AI

"Iran telah menetapkan pelestarian integritas wilayah dan penghentian secara mutlak tanpa syarat terhadap agresi rezim zionis sebagai syarat utama bagi setiap kesepakatan untuk mengakhiri perang yang dipaksakan oleh Amerika Serikat," ungkap Khamenei, dikutip Senin (27/7/2026).

Khamenei juga kembali menegaskan dukungannya kepada Hezbollah dan Lebanon.  Ia menyebut perjuangan mereka memiliki arti strategis bagi Iran.

"Republik Islam Iran menganggap pembelaan terhadap para mujahidin yang tertindas namun kuat ini sebagai mandat strategisnya," tegas Khamenei.

Sikap Khamenei muncul ketika muncul laporan mengenai meredanya serangan dan dimulainya kembali jalur diplomasi antara Teheran dan Washington.

Sebelumnya, Iran memang telah menegaskan bahwa penghentian serangan terhadap sekutunya menjadi salah satu syarat utama dalam nota kesepahaman yang sempat ditandatangani bersama Amerika Serikat.

Namun, kesepakatan tersebut kemudian runtuh setelah kedua pihak berselisih mengenai persoalan Selat Hormuz. Konflik di Lebanon sendiri semakin membesar sejak menyusul adu serangan yang dilakukan oleh Israel dan Hezbollah.

Kelompok tersebut menyatakan aksi itu dilakukan sebagai respons atas terbunuhnya Eks Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. Ia diketahui tewas akibat serangan udara Israel.

Hezbollah menilai serangan tersebut melanggar gencatan senjata yang sebelumnya mengakhiri konflik pada 2024.

Pada 26 Juni, Lebanon dan Israel juga menandatangani kerangka kesepakatan yang dimediasi Washington. Kesepakatan itu mengatur penarikan pasukan musuh secara bertahap dari wilayah Lebanon. Namun, tidak ada jadwal pasti mengenai kapan penarikan tersebut harus diselesaikan.

Baca Juga: Trump Kirim Peringatan Keras ke Rusia dan China: Jangan Bantu Iran atau Hal Buruk Akan Terjadi

Menurut Lebanon, Israel belum menarik diri dari sejumlah wilayah yang sebelumnya telah ditetapkan sebagai zona penarikan sehingga proses tersebut belum dapat berjalan sesuai rencana.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar