Apple Gugat OpenAI, Persaingan Menuju Era Perangkat AI Makin Memanas
Kredit Foto: ChatGPT/Al Musthafa Gustar's
Persaingan di industri kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) memasuki babak baru. Apple menggugat OpenAI ke pengadilan federal California dengan tuduhan perusahaan pengembang ChatGPT tersebut memperoleh rahasia dagang melalui perekrutan sejumlah mantan karyawan Apple yang terlibat dalam pengembangan perangkat keras.
Gugatan tersebut menambah tensi persaingan dua perusahaan teknologi yang kini tidak hanya berkompetisi di bidang AI, tetapi juga dalam pengembangan perangkat keras (hardware) generasi baru.
Dalam dokumen gugatan, Apple menyoroti perekrutan mantan eksekutifnya, Tang Tan, yang kini menjabat sebagai Chief Hardware Officer OpenAI. Apple menuding proses perekrutan itu melibatkan permintaan informasi terkait proyek internal perusahaan.
Apple juga menuduh Tang Tan meminta kandidat membawa komponen perangkat Apple saat proses wawancara serta mengumpulkan informasi mengenai produk yang belum diumumkan kepada publik.
Selain itu, Apple menuding mantan insinyurnya, Chang Liu, masih mengakses sistem internal perusahaan setelah mengundurkan diri dan membawa informasi terkait proyek perangkat keras yang masih bersifat rahasia. Menurut Apple, tindakan tersebut bukan dilakukan secara individu, melainkan merupakan bagian dari pola yang didukung oleh jajaran pimpinan OpenAI.
Di sisi lain, OpenAI membantah seluruh tuduhan tersebut. Perusahaan yang dipimpin Sam Altman itu menyatakan tidak ada bukti yang mendukung klaim Apple dan menegaskan tetap menjunjung prinsip persaingan usaha yang sehat serta kebebasan tenaga kerja untuk berpindah perusahaan.
Di luar aspek hukum, sengketa tersebut dinilai mencerminkan persaingan yang semakin ketat dalam memperebutkan kepemimpinan pasar perangkat AI. Sejumlah pengamat menilai perkara ini bukan sekadar menyangkut dugaan pencurian rahasia dagang, tetapi juga menjadi bagian dari perebutan teknologi yang diperkirakan akan membentuk generasi berikutnya dari perangkat konsumen.
Laporan The Verge, mengutip podcast Decoder, menyebut inti persaingan kedua perusahaan terletak pada perebutan masa depan perangkat konsumen di era AI.
Sorotan terhadap OpenAI menguat setelah perusahaan tersebut mengakuisisi startup perangkat keras io Products yang didirikan mantan desainer Apple, Jony Ive, senilai sekitar US$6,5 miliar pada 2025. Akuisisi itu mempertegas langkah OpenAI memasuki bisnis perangkat keras AI yang tidak lagi bergantung pada smartphone sebagai pusat komputasi.
Meski nama Jony Ive tidak tercantum dalam gugatan, ia disebut memiliki peran penting dalam pengembangan perangkat AI OpenAI. Sejumlah laporan menyebut perusahaan tengah menyiapkan perangkat portabel tanpa layar maupun smart speaker sebagai antarmuka baru untuk berinteraksi dengan AI.
Baca Juga: Nilai Tukar Melemah, Apple Naikan Harga iPhone Hingga 11%
Baca Juga: OpenAI Tunda IPO hingga 2027, Anthropic Berpeluang Salip Lebih Dulu
Proses hukum tersebut juga berpotensi memengaruhi strategi bisnis OpenAI. Mengutip TechCrunch melalui podcast Equity, proses litigasi diperkirakan dapat memperlambat pengembangan perangkat AI OpenAI, terlepas dari hasil akhir perkara di pengadilan.
Bagi Apple, gugatan ini menjadi upaya melindungi aset intelektual, teknologi, serta rantai pasok yang selama ini menopang bisnis iPhone. Sementara bagi OpenAI, perkara tersebut menjadi tantangan baru di tengah strategi memperluas bisnis perangkat keras dan membangun ekosistem AI yang lebih terintegrasi.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Annisa Nurfitri