Spesimen Ijazah Jokowi Beda dengan Lulusan UGM 1985, dr. Tifa Bisa Bawa UGM ke Polemik
Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Dokter Tifauzia Tyassuma atau dr. Tifa kembali melontarkan pernyataan kontroversial terkait polemik spesimen ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). Mantan terdakwa kasus pencemaran nama baik Jokowi itu menyoroti adanya perbedaan mencolok antara spesimen ijazah yang menjadi bahan penelitiannya dengan ijazah milik mahasiswa lain yang lulus dari Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) pada tahun 1985.
Dalam tayangan di kanal YouTube Forum Keadilan TV, Minggu (27/7/2026), dr Tifa memperlihatkan sebuah ijazah asli lulusan Fakultas Kehutanan UGM tahun 1985 sebagai pembanding. Menurutnya, terdapat perbedaan yang terlihat jelas pada bagian materai antara kedua dokumen tersebut.
Ia menyebut salah satu artefak yang paling mencolok adalah penggunaan materai dengan warna berbeda pada dokumen yang dibandingkan. Menurut dr Tifa, jika perkara yang pernah menjeratnya berlanjut hingga pokok perkara diperiksa di persidangan, ia akan meminta penjelasan langsung kepada pihak UGM mengenai perbedaan tersebut.
dr. Tifa mengatakan bahwa berdasarkan daftar Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang ia lihat, terdapat nama Rektor UGM Ova Emilia, Wakil Rektor UGM Mening Udasmoro, serta sejumlah pejabat kampus lainnya sebagai saksi. Karena itu, ia mengaku ingin mengajukan pertanyaan langsung kepada mereka apabila hadir di persidangan.
Menurut dr. Tifa, ia akan meminta penjelasan apakah pihak UGM berani menyatakan bahwa ijazah lulusan Fakultas Kehutanan UGM tahun 1985 yang menggunakan materai merah Rp500 merupakan ijazah palsu apabila spesimen ijazah yang ditelitinya dinyatakan sebagai dokumen asli.
Ia berpendapat bahwa terdapat konsekuensi logis apabila salah satu dari dua dokumen tersebut dinyatakan asli. Menurutnya, jika spesimen ijazah dengan materai hijau Rp100 dianggap asli, maka UGM harus menjelaskan status ijazah pembanding yang menggunakan materai merah Rp500. Sebaliknya, apabila ijazah pembanding dinyatakan asli, maka akan muncul pertanyaan mengenai spesimen ijazah yang selama ini menjadi objek perdebatan.
dr. Tifa menilai jawaban resmi dari pihak UGM nantinya akan memiliki konsekuensi yang besar karena menyangkut keaslian dokumen yang berasal dari periode kelulusan yang sama.
Baca Juga: Tak Hanya Andalkan Jokowi, Kaesang Pangarep Bisa 'Jebol Kandang Banteng' Lewat Citra Ini
Selain menyoroti perbedaan fisik dokumen, dr. Tifa juga kembali mengungkapkan hasil tesis yang pernah dipresentasikannya dalam sidang CLS di Solo pada Februari 2026. Ia mengatakan penelitian tersebut menyimpulkan bahwa foto pada spesimen ijazah yang ditelitinya memiliki tingkat kemiripan yang menurut analisisnya mencapai kesimpulan 92,37 persen bukan merupakan foto Jokowi.
Berdasarkan hasil penelitiannya tersebut, dr. Tifa menyatakan harapannya agar Jokowi memiliki ijazah asli sebagai lulusan Fakultas Kehutanan UGM, namun bukan dokumen yang selama ini menjadi spesimen dalam penelitiannya.
Ia berharap terdapat ijazah yang memuat foto Jokowi sendiri, bukan foto yang menurut hasil penelitiannya berbeda dengan wajah Presiden ke-7 RI tersebut.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: