Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        'Sakit Jiwa' PSI Semprot Orang-orang yang Masih Ributkan Ijazah Jokowi

        'Sakit Jiwa' PSI Semprot Orang-orang yang Masih Ributkan Ijazah Jokowi Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Putusan sela yang mengabulkan eksepsi Tifauzia Tyassuma alias Dokter Tifa memang menghentikan sementara pemeriksaan perkara dugaan pencemaran nama baik terkait polemik ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). Namun, perdebatan mengenai keaslian ijazah Jokowi masih terus bergulir di ruang publik.

        Menanggapi hal itu, Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dedy Nur Palakka, melontarkan kritik keras kepada pihak-pihak yang hingga kini masih mempersoalkan ijazah Jokowi. Menurutnya, mereka hanyalah orang-orang yang belum bisa menerima kenyataan.

        "Yang masih sibuk bicara atau mempersoalkan ijazah adalah orang-orang yang belum move on. Sementara yang punya ijazah asli dan sudah dinyatakan asli oleh universitasnya sudah kembali jadi warga negara biasa," sentil dia.

        Baca Juga: Sosok Ini Ngaku Tahu Pembuat Ijazah Jokowi: 1000% Palsu Dibikin Tahun 2012

        Dedy bahkan menilai persoalan tersebut semestinya sudah selesai sejak lama karena seluruh proses pencalonan Jokowi, baik saat menjadi Wali Kota Solo, Gubernur DKI Jakarta, hingga Presiden RI, telah melalui mekanisme hukum dan administrasi yang berlaku.

        "Dulu nggak ada yang bikin laporan ke KPU atau Bawaslu. Sekarang ramai-ramai menuding ijazah beliau palsu," kata Dedy.

        Ia mengingatkan, Jokowi diusung oleh PDIP sebagai salah satu partai politik terbesar di Indonesia. Karena itu, menurutnya, mustahil partai sebesar PDIP meloloskan seseorang tanpa dokumen pendidikan yang sah.

        "Padahal semua orang tahu yang mengusulkan orang tersebut adalah partai besar dan terkemuka di Indonesia. Mana mungkin sebuah partai besar bisa meloloskan orang yang nggak punya ijazah. Aneh saja itu partai kalau meloloskan orang yang nggak punya ijazah bisa tampil jadi wali kota, gubernur, bahkan presiden dua periode," ungkapnya.

        Menurut Dedy, munculnya kembali isu ijazah lebih didorong oleh sentimen pribadi terhadap Jokowi dibanding persoalan hukum ataupun fakta.

        Baca Juga: Roy Suryo: Rismon Sudah Membuat Kebohongan Publik di Kasus Ijazah Jokowi

        "Kejengkelan pada sosok beliau ini sudah sampai bikin banyak orang sakit jiwa. Padahal beliau ini sudah menjalankan tugas-tugas konstitusionalnya dengan rating paling tinggi yang pernah dilihat oleh bangsa ini," ujarnya.

        Ia pun mengajak masyarakat untuk memisahkan penilaian terhadap pribadi Jokowi dengan rekam jejak kepemimpinannya.

        "Mungkin Anda nggak suka sama sosok ini secara personal. Tapi sesekali coba otak itu diperiksa dan lihat bagaimana kerja-kerja beliau ini secara objektif selama menjabat sebagai wali kota, gubernur, dan presiden," ucap Dedy.

        Diketahui, Pengadilan Negeri Jakarta Timur belum lama ini mengabulkan eksepsi Dokter Tifa sehingga persidangan dihentikan sementara sampai ada langkah hukum lanjutan dari Jaksa Penuntut Umum. Sementara itu, Roy Suryo masih menunggu putusan praperadilan jilid III di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: