Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Polemik mengenai keaslian ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) belum mereda. Kali ini, sorotan datang dari perdebatan terbuka antara Roy Suryo dan mantan rekan seperjuangannya, pengembang perangkat lunak, Rismon Sianipar, yang saling melontarkan argumen terkait perubahan sikap dalam kasus tersebut.
Dalam tayangan YouTube Rakyat Bersuara belum lama ini, Roy Suryo yang kini berstatus terdakwa secara langsung mempertanyakan konsistensi pernyataan Rismon. Menurut Roy, terdapat sejumlah pernyataan Rismon di masa lalu yang dinilai bertolak belakang dengan sikapnya saat ini.
"Nggak usah banyak-banyak untuk menangkal, saya punya satu lagi. Nah, ini pernyataan Rismon yang menunjukkan ketidakkonsistenannya," katanya.
Ia kemudian menyinggung pernyataan Rismon pada 19 Desember yang disebut masih menyebut Jokowi sebagai sarjana muda.
Baca Juga: Sosok Ini Ngaku Tahu Pembuat Ijazah Jokowi: 1000% Palsu Dibikin Tahun 2012
"Apa yang saya katakan waktu itu, dia mengatakan pada 19 Desember. Nah, sekarang kita bisa tanya ke dia, pada 19 Desember masih mengatakan kalau Joko Widodo itu sarjana muda. Ini dibantah nggak? Nggak dibantah. Yang dibantah hanya soal font, font saja. Itu yang bisa dijawab," ujarnya.
Dari situ, Roy menilai Rismon telah menyampaikan informasi yang tidak konsisten kepada publik. Ia bahkan melontarkan tudingan keras terhadap mantan rekan seperjuangannya tersebut.
"Dia sudah membuat kebohongan publik yang luar biasa. Jadi, di bawah sumpah pada 18 Februari 2026 di sidang Solo selaku Doktor Eng. Rismon, keterangannya masih mengatakan ijazah Jokowi palsu," ucapnya.
Roy juga mengungkit unggahan Rismon di media sosial X yang dibuat beberapa hari sebelum proses restorative justice (RJ). Menurutnya, isi unggahan tersebut masih mempertanyakan keaslian ijazah Jokowi.
Baca Juga: 'Sakit Jiwa' PSI Semprot Orang-orang yang Masih Ributkan Ijazah Jokowi
"Unggahan dia pada bulan Februari, hanya tujuh hari sebelum RJ, itu masih mengatakan bahwa ijazahnya (Jokowi) palsu. Seseorang yang normal, ya saya mengatakan normal, tidak mungkin berubah 180 derajat," ungkap Roy.
Untuk mempertegas pandangannya, mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) itu memberikan ilustrasi mengenai perubahan sikap yang menurutnya tidak masuk akal jika terjadi secara total dalam waktu singkat.
"Kamu adalah laki-laki, kamu adalah wanita, nggak. Tapi kalau misalnya kamu dibilang ganteng, lalu sekarang jadi sedikit kurang gagah, itu masih oke. Tapi kalau berubah total, nggak mungkin," lanjut Roy.
Diketahui, Rismon Sianipar mengajukan kesepakatan restorative justice pada 3 Maret dan dikabulkan Polda Metro Jaya pada April lalu setelah menemui dan meminta maaf kepada Presiden ke-7 RI Jokowi terkait polemik dan tudingan penelitian ijazah. Sementara Roy Suryo dan Tifauziah Tyassuma atau Dokter Tifa memilih melanjutkan proses hukum.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: