Anies Tampung Curhatan Warga Aceh Korban Banjir Bandang: 'Huntara itu Panas Banget Pak'
Kredit Foto: Ist
Anies Baswedan membagikan momen pertemuannya dengan warga korban bencana banjir bandang dan longsor di Desa Babo, Kecamatan Bandar Pusaka, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh.
Momen tersebut diunggah melalui akun Instagram pribadinya, @aniesbaswedan, di tengah kunjungannya dalam misi kemanusiaan bersama jaringan relawan.
Dalam perbincangan tersebut, seorang warga bernama Kak Way mengungkapkan bahwa kondisi wilayahnya setelah delapan bulan pascabencana belum sepenuhnya pulih. Banyak warga, khususnya lansia dan anak-anak disabilitas, masih bertahan di hunian sementara (huntara) yang panas.
"Kondisi sekarang itu belum baik-baik saja, masih banyak lansia, anak-anak disabilitas kita yang tinggal di huntara. Huntara itu panas banget pak," tutur Kak Way kepada Anies.
Selain masalah hunian tetap (huntap) yang belum selesai, warga juga mengeluhkan belum meratanya bantuan jaminan hidup, lambatnya perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan, serta fasilitas pendidikan yang masih memprihatinkan di mana sebagian siswa terpaksa belajar di dalam tenda tanpa alas.
Atas kondisi tersebut, warga meminta pemerintah pusat memberikan perhatian khusus dan tidak melupakan Aceh.
Menanggapi keluhan tersebut, Anies Baswedan menilai lambatnya proses pemulihan pascabencana sejak akhir November 2025 lalu menjadi pekerjaan rumah (PR) besar bagi pemerintah yang harus segera dituntaskan.
"Ini yang saya temukan di dalam kunjungan ke beberapa tempat di Aceh bahwa masih banyak yang tinggal di huntara, hunian tetap belum siap. Kemudian infrastruktur jalan dan jembatan juga banyak yang masih belum selesai," ungkap Anies.
"Kalau dihitung bulan sejak November sampai sekarang itu sudah delapan bulan dan yang sifatnya sementara ini harus ditangani segera. Mudah-mudahan menjadi perhatian bahwa jangan lupakan Aceh, harus segera dibereskan," tambahnya.
Dalam rangkaian kunjungannya di Aceh, Anies bersama jaringan relawan Humanies Project, Aksi Bersama, dan TurunTangan turut menyalurkan donasi masyarakat serta meresmikan sejumlah program pemulihan.
Berbagai program tersebut meliputi pembangunan Jembatan Titian Persatuan Kemerleng, peresmian balai warga, monitoring program air bersih dan MCK komunal, hingga penyaluran bibit kopi di Takengon.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: