Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Bos BCA Buka Suara soal Pengganti Perry Warjiyo, Ini Harapannya

        Bos BCA Buka Suara soal Pengganti Perry Warjiyo, Ini Harapannya Kredit Foto: Sufri Yuliardi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Hendra Lembong menyampaikan harapan kepada calon Gubernur Bank Indonesia (BI) pengganti Perry Warjiyo agar tetap berkomitmen menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

        Pernyataan tersebut disampaikan di tengah proses transisi kepemimpinan bank sentral setelah Perry Warjiyo resmi mengundurkan diri dari jabatannya. Industri perbankan menilai kesinambungan kebijakan moneter menjadi faktor penting untuk menjaga kepercayaan pasar dan mendukung penyaluran kredit.

        "Untuk calon-calon Gubernur BI, tentu pesannya tetap semangat membantu pertumbuhan ekonomi Indonesia agar lebih baik lagi," kata Hendra dalam paparan publik kinerja semester I-2026 di Jakarta, Selasa (28/7/2026).

        Menurut Hendra, gubernur BI yang baru diharapkan mampu mempertahankan stabilitas ekonomi sekaligus memperkuat sinergi dengan industri perbankan dan seluruh pemangku kepentingan. Kolaborasi tersebut dinilai penting agar sektor keuangan tetap mampu menopang pertumbuhan ekonomi di tengah berbagai tantangan global maupun domestik.

        Ia juga berharap kepemimpinan baru di BI dapat melanjutkan peran bank sentral dalam menjaga stabilitas sistem keuangan serta menciptakan iklim yang kondusif bagi dunia usaha dan investasi.

        Saat ini, posisi Gubernur BI dijalankan sementara oleh Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti sebagai Pejabat Sementara (Pjs.) Gubernur BI setelah Presiden Prabowo Subianto menerima pengunduran diri Perry Warjiyo.

        Sebelumnya, Perry Warjiyo resmi mengundurkan diri dari jabatan Gubernur BI pada Senin (27/7/2026). Surat pengunduran diri tersebut telah disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto sehari sebelumnya.

        Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan pemerintah telah menerima surat pengunduran diri Perry pada Minggu (26/7/2026). Selanjutnya, proses pemberhentian akan dilaksanakan sesuai mekanisme yang diatur dalam Undang-Undang Bank Indonesia.

        "Bahwa kemarin secara resmi kami menerima surat pengunduran diri dari Gubernur Bank Indonesia kepada Bapak Presiden," ujar Prasetyo dalam konferensi pers di Kantor Pusat BI, Jakarta, Senin (27/7/2026).

        Baca Juga: Laba BCA Tembus Rp29,5 Triliun, Kredit Pecah Rekor Lewati Rp1.000 Triliun

        Baca Juga: Perry Warjiyo Mundur, BCA Harap Kepemimpinan BI Baru Mampu Jaga Stabilitas Perbankan

        Prasetyo menjelaskan Presiden Prabowo menerima pengunduran diri tersebut sekaligus menyampaikan apresiasi atas pengabdian Perry selama memimpin bank sentral.

        "Yang pertama, Bapak Presiden menerima pengunduran diri dari Bapak Perry Warjiyo disertai dengan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas dedikasi beliau selama kurang lebih tujuh tahun memimpin Bank Indonesia," katanya.

        Pemerintah selanjutnya akan menerbitkan Keputusan Presiden (Keppres) mengenai pemberhentian Perry Warjiyo secara hormat. Sesuai ketentuan dalam Undang-Undang Bank Indonesia, jabatan Gubernur BI akan diisi sementara oleh Deputi Gubernur Senior hingga gubernur definitif ditetapkan.

        Proses penunjukan gubernur baru kini menjadi perhatian pelaku pasar. Kepastian kepemimpinan BI dinilai penting untuk menjaga kredibilitas kebijakan moneter, stabilitas nilai tukar rupiah, pengendalian inflasi, serta kepercayaan investor terhadap independensi bank sentral.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Dian Ihsan
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: