Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Kemenperin Siapkan Insentif bagi Kawasan Industri yang Bertransformasi Hijau

        Kemenperin Siapkan Insentif bagi Kawasan Industri yang Bertransformasi Hijau Kredit Foto: Kinra
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Transformasi menuju kawasan industri yang lebih ramah lingkungan kini menjadi salah satu fokus utama pemerintah. Jika sebelumnya kawasan industri lebih banyak dinilai dari sisi infrastruktur dan kemudahan investasi, kini pelaku usaha global juga menaruh perhatian besar pada efisiensi energi, pengurangan emisi, pengelolaan limbah, hingga penerapan ekonomi sirkular.

        Untuk mendukung perubahan tersebut, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) meresmikan Eco-Industrial Park Center (EIP Center) di Gedung Pusat Industri Digital Indonesia (PIDI) 4.0, Jakarta. Fasilitas ini diproyeksikan menjadi pusat pendampingan bagi pengelola kawasan industri dalam mempercepat transformasi menuju kawasan industri hijau.

        Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, pembentukan EIP Center merupakan salah satu program prioritas dalam implementasi Global Eco-Industrial Parks Programme II (GEIPP II) Indonesia. Program tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Kemenperin dan United Nations Industrial Development Organization (UNIDO), dengan dukungan Pemerintah Swiss melalui State Secretariat for Economic Affairs (SECO).

        Menurut Agus, keberadaan EIP Center diharapkan dapat menjadi pusat unggulan (center of excellence) yang membantu kawasan industri di Indonesia mengadopsi konsep industri hijau secara lebih luas.

        "Pemerintah menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Swiss melalui SECO dan UNIDO atas dukungan dalam pembentukan EIP Center yang diharapkan menjadi center of excellence untuk memfasilitasi transformasi kawasan industri menuju Kawasan Industri Hijau," ujar Agus dalam keterangannya, Senin (28/7/2026).

        Dia bilang, keberadaan EIP Center akan mendukung proses tersebut melalui berbagai layanan, mulai dari penyusunan roadmap transformasi, konsultasi teknis, pelatihan, hingga pengembangan proyek percontohan kawasan industri hijau. Pusat ini juga akan mendorong penerapan dekarbonisasi industri, ekonomi sirkular, simbiosis industri, serta praktik pembangunan industri berkelanjutan.

        Untuk menjalankan program tersebut, Kemenperin membentuk Tim Teknis EIP Center yang melibatkan unsur Kemenperin, UNIDO untuk Indonesia dan Timor-Leste, serta Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI). Tim ini akan bertugas memberikan konsultasi, menyelenggarakan pelatihan, membantu penyusunan roadmap, mengidentifikasi kawasan percontohan, hingga memperkuat kebijakan dan kolaborasi antarpemangku kepentingan.

        Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kemenperin, Tri Supondy, menilai transformasi kawasan industri hijau hanya dapat berhasil jika seluruh pihak terlibat secara aktif.

        Menurutnya, sinergi antara pemerintah, pengelola kawasan industri, pelaku usaha, pemerintah daerah, perguruan tinggi, asosiasi, serta mitra pembangunan perlu terus diperkuat agar EIP Center mampu menjadi pusat inovasi sekaligus katalis percepatan pengembangan eco-industrial park yang berdaya saing global.

        Baca Juga: KEK Industropolis Batang Perkuat Transformasi Industri Hijau, Dorong Investasi Berkelanjutan

        Baca Juga: Belanja Produk Lokal Bisa Dongkrak Ekonomi 1,71%, Kemenperin Minta Impor Diganti Produksi Dalam Negeri

        EIP Center sendiri menempati area seluas sekitar 367,3 meter persegi di Gedung PIDI 4.0 Kementerian Perindustrian. Fasilitas tersebut dilengkapi ruang konsultasi, ruang tim teknis, area showcase, ruang resepsionis, dan ruang tunggu yang dirancang untuk mendukung berbagai kegiatan pendampingan kawasan industri.

        Perwakilan UNIDO untuk Indonesia, Filipina, dan Timor-Leste, Marco Kamiya, menilai kehadiran EIP Center menunjukkan komitmen Indonesia dalam mengintegrasikan pertumbuhan industri dengan keberlanjutan lingkungan.

        Menurutnya, EIP Center tidak hanya menjadi fasilitas fisik, tetapi juga platform nasional yang mempertemukan berbagai pihak untuk berbagi pengetahuan, mendorong inovasi, serta meningkatkan kapasitas dalam pengembangan kawasan industri hijau.

        Dengan beroperasinya EIP Center, pemerintah berharap transformasi kawasan industri di berbagai daerah dapat berlangsung lebih cepat. Kawasan industri yang lebih efisien, rendah emisi, dan berkelanjutan diyakini mampu menarik lebih banyak investasi hijau sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat manufaktur yang kompetitif di tingkat global.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ilham Nurul Karim
        Editor: Fajar Sulaiman

        Bagikan Artikel: