Kredit Foto: Freepik
Harga Bitcoin (BTC) menguat tipis pada perdagangan Rabu (29/7), namun tren pelemahan dalam jangka menengah hingga panjang masih membayangi pasar kripto. Meski mencatat kenaikan harian, nilai aset kripto terbesar di dunia itu masih terkoreksi lebih dari 46% secara tahunan.
Berdasarkan data perdagangan, harga Bitcoin naik 0,40% dalam 24 jam terakhir dengan pergerakan yang relatif stabil di kisaran Rp1,134 miliar hingga Rp1,159 miliar per koin. Kapitalisasi pasar Bitcoin tercatat mencapai Rp23,12 kuadriliun, sementara volume transaksi dalam 24 jam mencapai Rp421.236 miliar.
Meski demikian, performa Bitcoin dalam periode yang lebih panjang masih menunjukkan tekanan. Dalam tujuh hari terakhir, harga BTC turun 3,22%. Koreksi juga terjadi dalam 30 hari terakhir sebesar 6,49%, sedangkan secara tahunan nilainya masih merosot 46,27%.
Data perdagangan juga menunjukkan harga tertinggi (all-time high) Bitcoin tercatat sebesar Rp2,282 miliar per koin pada 7 Oktober 2026. Dibandingkan level tersebut, harga saat ini masih berada jauh di bawah puncaknya.
Di sisi lain, sejumlah aset kripto utama turut mencatatkan penguatan tipis. Ethereum (ETH) naik 0,31% menjadi Rp34,100 juta per koin. Binance Coin (BNB) menguat 0,07% ke level Rp10,233 juta, sedangkan XRP mencatat kenaikan 1,17% menjadi Rp19,34 ribu per koin.
Namun, penguatan tersebut belum terjadi secara merata di seluruh pasar kripto.
Solana (SOL) justru melemah 0,42% ke level Rp1,317 juta per koin. Tekanan juga dialami sejumlah aset kripto berkapitalisasi menengah, seperti TRON (TRX) yang turun 0,07% menjadi Rp5,86 ribu, Dogecoin (DOGE) yang terkoreksi 0,95% ke Rp1,26 ribu, serta Chainlink (LINK) yang melemah 0,57% menjadi Rp150,057 per koin.
Baca Juga: Bitcoin Tembus US$65.500, Ini Pemicu Kenaikannya
Baca Juga: Arus Dana ETF Bitcoin Berbalik Positif, Capai Rp1,36 Triliun dalam Sepekan
Di antara kelompok aset kripto utama, Cardano (ADA) menjadi yang mencatatkan kenaikan paling tinggi dengan penguatan 5,18% ke level Rp2,97 ribu per koin.
Pergerakan tersebut mengindikasikan sentimen pasar kripto mulai menunjukkan perbaikan, meski masih terbatas. Kenaikan yang terjadi pada Bitcoin, Ethereum, Binance Coin, dan XRP belum diikuti mayoritas aset digital lainnya, sehingga mencerminkan pemulihan pasar yang belum merata.
Kondisi ini menunjukkan pelaku pasar masih bersikap selektif terhadap aset kripto di tengah tekanan yang masih membayangi pergerakan harga dalam jangka menengah dan panjang. Dengan Bitcoin yang masih terkoreksi lebih dari 46% secara tahunan, arah pergerakan pasar kripto ke depan masih akan sangat dipengaruhi oleh sentimen investor terhadap aset digital secara keseluruhan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: