Istri Satpam yang Tewas di Waduk Jatiluhur Bakal Diberi Modal Usaha, Kemensos Siapkan Pendampingan Jangka Panjang
Kredit Foto: Gemini/Wahyu Pratama
Kementerian Sosial (Kemensos) memastikan keluarga almarhum Sumarna, satpam yang ditemukan meninggal dunia di kawasan Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat, tidak hanya menerima bantuan darurat. Pemerintah juga menyiapkan program pemberdayaan berupa bantuan kewirausahaan agar sang istri memiliki sumber penghasilan baru.
Rencana tersebut menjadi bagian dari pendampingan jangka panjang yang disiapkan Kemensos setelah Sumarna, yang selama ini menjadi tulang punggung keluarga, meninggal dunia.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan tim dari Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL) Bekasi telah mendatangi rumah duka untuk bertemu dengan istri almarhum, Siti Maryam, beserta kedua anaknya.
Meski suasana duka masih menyelimuti keluarga sehingga asesmen belum dilakukan secara menyeluruh, Kemensos telah memulai pendampingan awal sekaligus memetakan kebutuhan keluarga.
"Tim Kementerian Sosial sudah berkunjung ke rumah duka, berdialog dengan keluarga, namun seperti kita ketahui masih dalam suasana duka, sehingga belum bisa dilakukan asesmen secara mendalam," kata Gus Ipul dalam keterangannya, Rabu (29/7/2026).
Selain melakukan asesmen awal, Kemensos juga telah menyerahkan bantuan biaya pemakaman kepada keluarga almarhum.
Berdasarkan pendataan, Sumarna telah bekerja sebagai petugas keamanan di Perum Jasa Tirta II selama sekitar 17 tahun dan menjadi pencari nafkah utama bagi keluarganya.
Kemensos mencatat istri almarhum masuk dalam desil 4 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Sementara itu, kedua anaknya telah menerima Program Indonesia Pintar (PIP) dan akan memperoleh beasiswa hingga jenjang perguruan tinggi dari Perum Jasa Tirta II.
Tak berhenti pada bantuan sosial, Kemensos juga menyiapkan intervensi lanjutan berupa program pemberdayaan ekonomi.
Baca Juga: Cara Daftar dan Cek Bansos 2026 Lewat HP, Ada Dua Aplikasi Resmi Kemensos yang Bisa Dipakai
Melalui bantuan kewirausahaan, pemerintah berharap Siti Maryam dapat memiliki usaha yang mampu menopang kebutuhan keluarga setelah kehilangan sosok kepala keluarga.
"Tentu kita terus lakukan pendampingan, dan jika diperlukan juga akan diberikan bantuan kewirausahaan sebagai bentuk pemberdayaan bagi keluarga," ujar Gus Ipul.
Pendampingan tersebut akan disesuaikan dengan hasil asesmen lanjutan yang akan dilakukan setelah kondisi psikologis keluarga dinilai lebih siap. Selain bantuan ekonomi, Kemensos memastikan proses pendampingan sosial terhadap keluarga almarhum akan terus berlanjut sesuai kebutuhan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama
Tag Terkait: