Dedi Mulyadi Ingin Hidupkan Lagi Cihampelas, 2027 Bakal Ditata Jadi Kawasan Pedestrian
Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi ingin menghidupkan kembali Cihampelas sebagai salah satu ikon wisata belanja di Kota Bandung. Kawasan yang dahulu dikenal sebagai pusat perdagangan jeans itu akan ditata ulang pada 2027 dengan konsep pedestrian yang lebih nyaman bagi masyarakat.
Dedi menyebut penataan tersebut akan mengembalikan fungsi Cihampelas sebagai kawasan yang ramah bagi pejalan kaki sekaligus tetap mendukung aktivitas perdagangan. Konsep baru itu akan dilengkapi trotoar, tempat duduk, serta penerangan jalan agar masyarakat dapat berjalan dan berbelanja dengan lebih nyaman.
"Nanti Cihampelas 2027 kita tata kembali menjadi teras. Teras itu ada trotoarnya, ada tempat duduknya, ada penerangan jalannya," ujar Dedi saat meninjau Teras Cihampelas, dikutip dari media sosial pribadinya, Senin (7/9/2026).
Menurut Dedi, penataan ulang tersebut diharapkan membuat aktivitas masyarakat di Cihampelas kembali hidup. Ia ingin kawasan itu menjadi tempat yang nyaman untuk masyarakat yang berjalan kaki maupun mereka yang datang untuk berbelanja.
"Sehingga hilir mudik orang belanja di sini nyaman," katanya.
Rencana tersebut muncul ketika Teras Cihampelas akan dibongkar dan ditata kembali. Di tengah perubahan kawasan itu, masih terdapat 15 pedagang yang bertahan berjualan dan telah menjalankan usaha di lokasi tersebut sejak 2017.
Dedi memastikan keberadaan para pedagang tetap menjadi perhatian Pemprov Jabar. Ia mengatakan pemerintah telah mengambil data 15 pedagang tersebut dan akan segera menentukan solusi agar mereka tetap memiliki kesempatan untuk melanjutkan usaha.
"Yang penting untuk ke-15 pedagang, segera Pemprov Jabar akan mengambil keputusan yang terbaik," ujar Dedi.
Dedi juga memberikan jaminan bahwa pembongkaran Teras Cihampelas tidak berarti para pedagang kehilangan kesempatan untuk mencari nafkah. Menurutnya, Pemprov Jabar akan menyiapkan jalan keluar bagi pedagang yang selama ini masih bertahan di kawasan tersebut.
"Nanti kalau di sini kemudian dibongkar, maka Bapak sudah ada jalan keluar untuk tetap berusaha," katanya.
Bagi Dedi, perhatian terhadap pedagang merupakan bagian dari penataan kawasan secara menyeluruh. Pemerintah tidak hanya ingin mengubah tampilan fisik Cihampelas, tetapi juga menjaga agar aktivitas ekonomi masyarakat tetap memiliki ruang.
Penataan pada 2027 nantinya diarahkan untuk memperkuat kembali fungsi pedestrian di kawasan Cihampelas. Fasilitas seperti trotoar, tempat duduk, dan penerangan jalan diharapkan membuat masyarakat lebih nyaman menghabiskan waktu sekaligus berbelanja di kawasan tersebut.
Baca Juga: Politikus PSI: Kang Dedi Mulyadi Penerus Jokowisme, Berpotensi Jadi Presiden
Dedi melihat perubahan itu penting karena Cihampelas memiliki sejarah sebagai salah satu tujuan belanja yang melekat dengan Kota Bandung. Ia mengingatkan bahwa kawasan tersebut pernah begitu identik dengan produk jeans hingga menjadi salah satu alasan wisatawan datang ke Bandung.
"Dulu orang itu kalau ke Bandung ke Cihampelas nyari jin [celana jeans], pulangnya bawa jin, sekarang jinnya mulai tidak ada," ujar Dedi.
Pernyataan tersebut menggambarkan perubahan pamor Cihampelas yang ingin dibalikkan melalui penataan kawasan. Pemerintah Jawa Barat berharap wajah baru Cihampelas dapat membuat kawasan tersebut kembali ramai dan nyaman tanpa menghilangkan aktivitas ekonomi yang sudah lama tumbuh di sana.
Dengan konsep pedestrian dan fasilitas publik yang lebih baik, Cihampelas 2027 diproyeksikan menjadi kawasan yang tidak hanya berfungsi sebagai jalur lalu lintas pejalan kaki. Penataan tersebut juga menjadi upaya untuk menghidupkan kembali daya tarik perdagangan dan wisata belanja yang selama ini melekat pada nama Cihampelas.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama
Tag Terkait: