Kredit Foto: Instagram/FX.Rudyatmo
Mantan Wali Kota Solo sekaligus mantan Ketua DPC PDI Perjuangan Solo, Fransiskus Xaverius Hadi Rudyatmo atau FX Rudy, melontarkan pernyataan keras terkait sejumlah narasi yang selama ini melekat pada Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).
Dalam wawancara di kanal YouTube Akbar Faizal Uncensored yang tayang pada Selasa (28/7/2026), FX Rudy secara terbuka menyebut Jokowi telah menyampaikan informasi yang tidak benar mengenai proses relokasi pedagang kaki lima (PKL) Banjarsari maupun kisah dirinya yang disebut pernah tiga kali digusur.
Momen itu bermula ketika pembawa acara menyinggung klaim yang selama ini berkembang bahwa Jokowi telah melakukan puluhan kali pertemuan dengan PKL Banjarsari sebelum relokasi dilakukan.
Menanggapi hal tersebut, FX Rudy mengatakan pertemuan yang dilakukan Jokowi dengan para pedagang hanya berlangsung dua kali. Menurutnya, justru dirinya yang lebih banyak turun langsung melakukan pendekatan kepada para pedagang.
"Itu yang melakukan pertemuan ya saya sendiri. Beliau hanya dua kali pertemuan," kata FX Rudy.
Ia mengaku saat itu bahkan diminta untuk menyampaikan kepada wartawan bahwa Jokowi telah bertemu para pedagang sebanyak 54 kali.
"Sampaikan saja kita bertemu itu 54 kali. Namun saya kan tidak tahu kondisinya akan seperti begini. Kalau tahu seperti begini, ngapain saya harus ngomong seperti itu," ujarnya.
FX Rudy juga mengklaim dirinya yang berkeliling menemui para PKL hingga malam sebelum relokasi dilakukan agar proses pemindahan berjalan lancar dan tidak terprovokasi oleh pihak lain.
Menurutnya, kedekatan dirinya dengan para pedagang membuat komunikasi lebih mudah dilakukan dibandingkan oleh Jokowi.
"Yang punya massa di bawah itu saya yang dikenal. Saya yang melakukan pembicaraan dengan para pedagang," ucapnya.
Tak hanya itu, FX Rudy juga membantah cerita yang selama ini menyebut Jokowi pernah tiga kali mengalami penggusuran.
Ia menegaskan pengalaman tersebut justru dialami oleh dirinya sendiri.
"Yang digusur tiga kali itu saya, bukan Pak Jokowi," katanya.
FX Rudy kemudian menceritakan bahwa setelah ayahnya meninggal, keluarganya harus meninggalkan rumah yang ditempati. Setelah itu, tempat tinggal berikutnya kembali terdampak normalisasi Bengawan Solo sehingga harus pindah lagi. Rumah berikutnya pun akhirnya harus ditinggalkan karena lahannya digunakan untuk pembangunan jalan kampung.
Pembawa acara kemudian menanyakan apakah dua kisah tersebut dapat dikategorikan sebagai kebohongan.
"Pada bagian ini apakah tepat kalau kita mengatakan Pak Jokowi bahkan pada bagian ini saja dia berbohong dua kali ya?" tanya Akbar Faizal.
Baca Juga: Dulu Sahabat, Kini FX Rudy Berani Ungkap Fakta Soal Jokowi dan Sikap pada Rakyat Kecil
Menjawab pertanyaan itu, FX Rudy memberikan jawaban singkat namun tegas.
"Bohong. Bohong memang bohong," jawabnya.
Dalam wawancara yang sama, FX Rudy menegaskan dirinya menyampaikan seluruh pengakuan tersebut berdasarkan pengalaman yang dialaminya selama mendampingi Jokowi ketika memimpin Kota Solo.
Hingga artikel ini ditulis, belum ada tanggapan dari Joko Widodo mengenai pernyataan FX Rudy tersebut.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: