Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        PT Vale Bukukan Laba US$61 Juta pada Kuartal II, Naik 39%

        PT Vale Bukukan Laba US$61 Juta pada Kuartal II, Naik 39% Kredit Foto: Vale Indonesia
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Vale Indonesia Tbk (INCO) membukukan laba bersih sebesar US$61 juta pada kuartal II 2026, meningkat 39% dibandingkan kuartal sebelumnya sebesar US$44 juta. 

        Peningkatan laba didorong oleh kenaikan produksi nikel dalam matte, penguatan harga jual, serta efisiensi biaya operasional. 

        Sejalan dengan itu, pendapatan perseroan naik 15% secara kuartalan menjadi US$290 juta dari US$253 juta pada kuartal I 2026. 

        Sementara EBITDA melonjak 45% menjadi US$116 juta dari US$80 juta pada periode sebelumnya, mencerminkan meningkatnya profitabilitas perusahaan di tengah kondisi pasar nikel yang lebih kondusif. 

        PT Vale menjelaskan, produksi nikel dalam matte pada kuartal II meningkat 19% menjadi 16.153 ton, sedangkan harga realisasi rata-rata nikel matte naik 4% menjadi US$14.765 per ton. 

        Di saat yang sama, biaya tunai pokok penjualan nikel matte turun menjadi US$10.005 per ton dari US$10.382 per ton pada kuartal sebelumnya, sehingga semakin menopang margin keuntungan perseroan. 

        "EBITDA meningkat signifikan sebesar 45% secara triwulanan menjadi AS$116 juta, mencerminkan peningkatan operating leverage dan profitabilitas Perseroan. Laba bersih mencapai AS$61 juta, meningkat 39% dibandingkan AS$44 juta pada triwulan sebelumnya, yang menegaskan pertumbuhan laba Perseroan yang kuat di tengah lingkungan harga yang lebih kondusif," tulis manajemen PT Vale. 

        Pada kuartal II 2026, PT Vale juga mengalokasikan belanja modal sekitar US$116 juta untuk mendukung keberlanjutan operasi dan pengembangan proyek-proyek strategis. 

        Perseroan terus mempercepat pembangunan proyek hilirisasi, termasuk Proyek HPAL Sambalagi yang merupakan bagian dari Indonesia Growth Project (IGP) Morowali. 

        Baca Juga: Produksi Nikel PT Vale Capai 16.153 Ton pada Kuartal II, Naik 19%

        Baca Juga: Pemegang Saham Vale SA Tunjuk Oliveira Jadi Chairman, Akhiri Polemik Pergantian

        Salah satu tonggak proyek tersebut ditandai dengan tibanya autoclave yang akan digunakan untuk mengolah bijih limonit menjadi Mixed Hydroxide Precipitate (MHP), bahan baku penting dalam rantai pasok baterai kendaraan listrik. 

        Presiden Direktur dan Chief Executive Officer PT Vale Bernardus Irmanto mengatakan kedatangan autoclave menjadi langkah penting dalam memperkuat industri hilirisasi mineral nasional.

        "Kedatangan autoclave tersebut merupakan langkah maju yang signifikan dalam pengembangan rantai nilai bahan baku baterai terintegrasi di Indonesia serta memperkuat komitmen PT Vale untuk mendukung agenda hilirisasi nasional," ujar Bernardus. 

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
        Editor: Dwi Aditya Putra

        Bagikan Artikel: