Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Premi Asuransi Umum Lesu, AAUI Sebut Masalahnya Bukan Sekadar Ekonomi

        Premi Asuransi Umum Lesu, AAUI Sebut Masalahnya Bukan Sekadar Ekonomi Kredit Foto: Azka Elfriza
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) menilai bahwa industri asuransi umum masih menghadapi tantangan besar di tengah ketidakpastian ekonomi. Pada kuartal I-2026, tercatat pertumbuhan premi hanya mencapai 1,7% secara tahunan (yoy).

        Ketua AAUI Budi Herawan mengatakan perlambatan pertumbuhan premi tidak hanya dipengaruhi kondisi ekonomi, tetapi juga menunjukkan masih adanya persoalan struktural di dalam industri yang perlu segera diselesaikan.

        "Di tengah dinamika kondisi geopolitik dan ekonomi makro dalam maupun luar negeri, ini memang (dampaknya) benar-benar luar biasa. Kita memang harus akui bahwa industri ini, khususnya asuransi umum, tidak efisien," ujar Budi dalam acara Investortrust Best Insurance di Jakarta, Kamis (30/7/2026).

        Budi mengatakan bahwa kini AAUI tengah mendorong berbagai inovasi untuk memperluas pasar seperti pengembangan asuransi mikro dan asuransi parametrik. Namun, implementasi kedua produk tersebut masih menghadapi kendala baik dari faktor internal industri maupun kondisi eksternal.

        Adapun salah satu tantangan yang disoroti adalah pengembangan asuransi parametrik yang masih mendapatkan masalah pada kepercayaan reasuradur terhadap data yang digunakan sebagai dasar pembayaran klaim.

        "Asuransi parametrik ini cukup menjanjikan, tapi ada satu hal yang sangat memprihatinkan bahwasanya parameter yang digunakan, mereka tidak percaya dari pihak reasuradur, maksud saya, dengan data yang dilakukan oleh BMKG," kata Budi.

        Ke depan, AAUI menyoroti pentingnya pembenahan tata kelola industri yang mencakup persoalan praktik usaha ilegal di ekosistem distribusi asuransi. Hal itu dinilai mengganggu kepercayaan publik dan menghambat pertumbuhan industri.

        "Governance yang paling penting. Saya tantang kepada regulator, law enforcement-nya tolong dijalankan. Law enforcement, saya garis bawahi. Apakah ini mau pembiaran terus?" ujarnya.

        Lebih lanjut, persoalan fraud di industri termasuk jalur distribusi seperti agen dan pialang masih menjadi tantangan dan perlu ditertibkan. Menurutnya, seluruh pelaku industri memiliki tanggung jawab memperbaiki tata kelola agar permasalahan tersebut tidak terus terakumulasi.

        "Marilah kalau kita mau tumbuh, kita tumbuh bersama tentunya dengan tata kelola yang baik. Tentunya kolaborasi kita terus memperkuat industri asuransi umum yang sehat, tangguh, dan terpercaya demi masa depan Indonesia yang berkelanjutan," ucapnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Azka Elfriza
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: