Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Gara-gara Gibran, Mantan Sahabat Pilih Putus Hubungan dengan Jokowi: Saya Kecewa

        Gara-gara Gibran, Mantan Sahabat Pilih Putus Hubungan dengan Jokowi: Saya Kecewa Kredit Foto: Instagram/FX.Rudyatmo
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Hubungan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dengan mantan Ketua DPC PDIP Solo FX Hadi Rudyatmo kembali menjadi sorotan. Sosok yang selama bertahun-tahun dikenal sebagai rekan dekat Jokowi itu mengaku memilih memutus komunikasi sejak Gibran Rakabuming Raka maju dalam Pilkada Solo 2020.

        Pengakuan tersebut disampaikan Rudy dalam podcast Akbar Faizal Uncensored. Ia mengungkapkan kekecewaannya terhadap keputusan Jokowi yang dinilai tetap mendorong putra sulungnya maju ke panggung politik. 

        "Sejak beliau minta anaknya jadi wali kota itu saya sudah tidak berkomunikasi sampai sekarang," kata Rudy dalam podcast Akbar Faizal Uncensored, dikutip Jumat (31/7/2026).

        Menurut Rudy, sikap Jokowi kala itu membuatnya kecewa karena PDIP Solo sebenarnya telah memiliki pasangan hasil penjaringan, yakni Achmad Purnomo dan Teguh Prakosa.

        Baca Juga: Menteri Peninggalan Jokowi Tersingkir? Anak Buah Prabowo Respon soal Isu Reshuffle

        Ia mengingatkan bahwa Jokowi sebelumnya juga pernah menyampaikan kepada publik bahwa anak-anaknya tidak akan berkecimpung di dunia politik.

        "Pak Jokowi sudah menyampaikan anaknya tidak akan berpolitik. Pertama kali di situ (kecewa)," ucap Rudy.

        Tak hanya itu, Rudy juga menilai Gibran belum memiliki pengalaman organisasi kemasyarakatan yang memadai ketika diusung sebagai calon Wali Kota Solo.

        "Satu belum belajar. Yang kedua, Gibran kan belum pernah menjadi pengurus RT, pengurus RW, ketua LPMK kan belum pernah," ungkap Rudy.

        Meski sempat menolak pencalonan tersebut, Rudy mengaku tetap menjalankan keputusan partai setelah Ketua Umum PDIP memberikan rekomendasi kepada Gibran.

        "Saya menolak, namun kalau ketua umum memberikan rekomendasi kepada Gibran itu pasti akan saya jalankan," katanya.

        Kekecewaan Rudy ternyata tidak berhenti di Pilkada Solo. Ia juga mengkritik langkah Gibran maju sebagai calon wakil presiden pada Pilpres 2024.

        Baca Juga: Pantas Prabowo Ogah Campuri Kasus Ijazah? Orang PDIP Bongkar Peran Jokowi di Gerindra

        "Konstitusi mengatakan harus pernah jadi gubernur, bukan wali kota," imbuh Rudy.

        Rudy bahkan mengaku pernah sengaja meninggalkan sebuah acara agar tidak bertemu dengan Jokowi. Menurutnya, saat itu ia memilih keluar sebelum mantan presiden tersebut memasuki lokasi acara.

        "Untung saja saya keluar, beliau masuk. Saya keluar, ya masuk ke parkir, beliau datang," ujar Rudy.

        Meski hubungan keduanya merenggang, Rudy menegaskan apabila suatu saat kembali bertemu dengan Jokowi, ia akan tetap mengingatkan soal pentingnya menjaga loyalitas kepada Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri.

        "Saya sudah berkali-kali menyampaikan jangan mengkhianati ketua umum. Kalau mengkhianati ketua umum itu hukumannya tidak ringan," kata Rudy.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: