Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Ditinggal Perry Warjiyo, Ini Orang yang Diinginkan Prabowo untuk Atur Moneter Indonesia

        Ditinggal Perry Warjiyo, Ini Orang yang Diinginkan Prabowo untuk Atur Moneter Indonesia Kredit Foto: BPMI
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Presiden Prabowo Subianto belum menentukan nama calon Gubernur Bank Indonesia (BI) definitif yang akan diajukan kepada DPR. Di tengah proses pencarian pengganti Perry Warjiyo, Istana mengungkapkan satu kriteria utama yang diinginkan Presiden, yakni memiliki jiwa nasionalisme atau berjiwa "Merah Putih".

        Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan hingga saat ini Presiden masih mempertimbangkan sosok yang dinilai tepat untuk memimpin bank sentral. Menurutnya, pembahasan mengenai calon Gubernur BI masih berlangsung di tingkat pemerintah.

        Saat ditanya mengenai kriteria khusus yang diinginkan Presiden, Prasetyo menegaskan bahwa aspek nasionalisme menjadi syarat utama.

        "Kriteria khusus? Yang wajib adalah Merah Putih," kata Prasetyo saat berbincang dengan wartawan di dalam gerbong KA Nusantara Explorer, Jawa Tengah, Jumat (31/7/2026).

        Prasetyo juga mengungkapkan Presiden belum memutuskan apakah akan mengajukan satu nama atau lebih kepada DPR. Keputusan tersebut masih dalam tahap pembahasan.

        Sementara itu, ketika ditanya mengenai peluang Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti yang kini menjabat sebagai Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur BI untuk diusulkan sebagai Gubernur definitif, Prasetyo enggan berspekulasi.

        "Ya hanya beliau yang tahulah," ujarnya, merujuk pada Presiden Prabowo.

        Baca Juga: Iran Makin Tertekan, Arab Saudi Akhirnya Bergabung dengan Israel dan AS

        Posisi Gubernur BI saat ini masih kosong setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri pada 25 Juli 2026. Untuk sementara, Destry Damayanti menjalankan tugas sebagai Pjs Gubernur BI hingga Presiden mengusulkan calon definitif dan memperoleh persetujuan DPR.

        Sebelumnya, Prabowo sempat menyinggung posisi Destry saat menghadiri acara Akad Massal 62 Ribu Unit KPR Rumah Subsidi dan KUR Perumahan di Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Di hadapan masyarakat, Presiden melempar pertanyaan mengenai penilaian publik terhadap Destry yang kini memimpin BI sebagai pejabat sementara.

        "Kayaknya gimana? Oke?" ujar Prabowo.

        Meski demikian, Prabowo menegaskan bahwa penentuan Gubernur BI tetap mengikuti mekanisme yang berlaku dan memerlukan persetujuan DPR.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Amry Nur Hidayat
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Bagikan Artikel: