Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan keberlanjutan pembangunan menjadi salah satu fokus utama pemerintahannya. Alih-alih memulai seluruh proyek baru, Pramono memilih menuntaskan sejumlah program yang telah dirintis gubernur-gubernur sebelumnya, termasuk warisan dari Anies Baswedan dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
Pernyataan tersebut disampaikan Pramono dalam forum Silaturahmi bertajuk Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kamis (30/7/2026), yang dihadiri anggota DPRD DKI Jakarta serta legislator DPR, MPR, dan DPD RI.
Pramono mengatakan, penyelesaian berbagai proyek yang belum rampung menjadi prioritas pemerintahannya sebagai bagian dari upaya menjaga kesinambungan pembangunan di Jakarta.
"Saya selalu menjawab dengan sederhana. Yang pertama, yang paling utama adalah menyelesaikan pekerjaan dari gubernur-gubernur sebelumnya yang belum terselesaikan. Dan itu menjadi prioritas saya," kata Pramono.
Salah satu proyek yang menjadi perhatian ialah Jakarta International Stadium (JIS), yang menurutnya merupakan warisan pembangunan yang baik dari era Anies Baswedan. Namun, stadion tersebut dinilai masih membutuhkan penyempurnaan, terutama dari sisi akses transportasi.
Pramono menilai persoalan konektivitas menjadi faktor yang membuat pemanfaatan JIS belum maksimal. Karena itu, Pemprov DKI berupaya mengintegrasikan kawasan stadion dengan Ancol serta mendorong layanan KRL berhenti di Stasiun JIS agar akses masyarakat menjadi lebih mudah.
"JIS ini peninggalan Pak Anies. Ini kan legacy yang luar biasa. Tapi kalau tidak diselesaikan persoalan transportasinya, sampai kapan pun JIS-nya akan begitu (kurang optimal)," ujarnya.
Selain JIS, Pramono juga menyinggung pengembangan kawasan Sudirman–Thamrin yang menurutnya masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah daerah. Penataan kawasan tersebut akan terus dilanjutkan agar semakin nyaman bagi pejalan kaki maupun pengguna transportasi umum.
Di sisi lain, Pramono memastikan proyek rumah sakit internasional milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di kawasan Sumber Waras juga menjadi prioritas. Proyek yang telah dirintis sejak era kepemimpinan Ahok itu disebut telah menyelesaikan berbagai tahapan persiapan.
Baca Juga: Ditinggal Perry Warjiyo, Ini Orang yang Diinginkan Prabowo untuk Atur Moneter Indonesia
Menurut Pramono, setelah proses administrasi rampung, pembangunan rumah sakit internasional tersebut ditargetkan mulai dilakukan melalui peletakan batu pertama pada September atau Oktober 2026.
"Yang berikutnya, Pak Ahok, Sumber Waras, alhamdulillah sudah selesai. Mudah-mudahan bulan September atau Oktober ini sudah mulai groundbreaking untuk rumah sakit internasional milik Pemerintah DKI Jakarta," kata Pramono.
Dengan menuntaskan proyek-proyek strategis dari pemerintahan sebelumnya, Pramono berharap pembangunan Jakarta dapat berjalan secara berkesinambungan dan memberikan manfaat ekonomi maupun pelayanan publik yang lebih optimal bagi masyarakat.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: