Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Pabrik Baterai US$5,9 Miliar di Karawang Bakal Diresmikan Prabowo

        Pabrik Baterai US$5,9 Miliar di Karawang Bakal Diresmikan Prabowo Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyebut Presiden RI Prabowo Subianto bakal meresmikan secara langsung pabrik baterai kendaraan listrik yang berlokasi di kawasan Artha Industrial Hills (AIH), Kabupaten Karawang dalam waktu dekat.

        Pabrik yang merupakan bagian dari proyek Dragon tersebut menjadi salah satu proyek strategis nasional dengan nilai investasi mencapai US$5,9 miliar. Fasilitas ini dibangun oleh PT Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATIB), perusahaan patungan antara IBC dan CBL (CATL-Brunp Recycling-Lygen Resources) serta ANTAM dengan kapasitas produksiĀ baterai dengan kapasitas hingga 15 Giga Watt hour (GWh).

        Namun, dalam fase perencanaannya, pengoperasian pabrik akan dilakukan dalam dua tahap, yakni dengan kapasitas produksi sebesar 6,9 GWh pada 2026 dan meningkat menjadi 8,1 GWh pada 2028.

        "Sudah siap diresmikan. Kita tinggal menunggu waktu yang tepat dari Bapak Presiden. Pabriknya sudah jadi," ungkap Bahlil di press room Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (3/8/2026).

        Bahlil menjelaskan, proyek tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah membangun ekosistem industri baterai kendaraan listrik dari hulu hingga hilir. Proyek ini mengintegrasikan kegiatan penambangan nikel yang dilakukan di wilayah ANTAM, Kabupaten Halmahera Timur, dengan fasilitas produksi baterai di Karawang.

        Baca Juga: Bahlil Siapkan Strategi Perkuat Daya Saing Produksi Baterai Nikel RI

        Baca Juga: MPR Undang Presiden Prabowo Hadiri Sidang Tahunan 14 Agustus 2026

        Dengan beroperasinya CATIB, Indonesia saat ini memiliki dua fasilitas produksi baterai kendaraan listrik berskala besar, yakni HLI dan CATIB.

        "Jadi sudah ada dua pabrik baterai yang kita bangun ya. Satu adalah LG, di saat saya masih jadi Menteri Investasi. Kan teman-teman ikuti juga kan? Satu adalah CATL, di saat saya sudah jadi Menteri ESDM. Ini, ini yang disebut dengan hilirisasi yang ekosistem baterainya kita bangun semua di negara kita," tambahnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
        Editor: Dwi Aditya Putra

        Bagikan Artikel: