Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Trump Klaim Selat Hormuz Sudah Dikuasai Amerika Serikat, Bukan Lagi Milik Iran

        Trump Klaim Selat Hormuz Sudah Dikuasai Amerika Serikat, Bukan Lagi Milik Iran Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Amerika Serikat (AS) mengeluarkan pernyataan tegas mengenai situasi di Selat Hormuz. Ia mengklaim jalur pelayaran strategis tersebut saat ini sepenuhnya berada di bawah kendalinya, bukan berada dalam pengawasan dari Iran.

        Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa blokade telah membuat negaranya secara efektif mengendalikan Selat Hormuz. Iran menurutnya hanya membual jika mereka mengklaim masih mengendalikan jalur perdagangan tersebut.

        Baca Juga: Eks Wamenkumham: Jika Prabowo Jatuh, Kita Akan Punya Presiden Gibran

        "Mereka kemudian kembali menyampaikan omong kosong yang biasa, dengan mengatakan jalur itu akan dioperasikan secara penuh oleh mereka, padahal selat itu sudah sepenuhnya dikendalikan oleh Angkatan Laut Amerika Serikat dan 'Tembok Baja Amerika Serikat'," ungkap Donald Trump, dikutip Selasa (4/8/2026).

        Trump bahkan menyatakan bahwa tidak ada lalu lintas dari wilayah tersebut yang dapat berlangsung tanpa persetujuan Amerika Serikat. Iran menurutnya hanya akan mendapatkan akses ke jalur tersebut usai perang dari Teheran-Washington.

        "Tidak ada yang bisa masuk ke sana kecuali jika kami mengizinkannya, dan tidak akan ada yang bisa masuk sampai tercapai sebuah kesepakatan atau penyerahan total," tegasnya.

        Menurut Trump, komunikasi mengenai penyelesaian konflik tetap berlangsung meskipun hal tersebut dibantah oleh Iran. Ia kembali menegaskan bahwa persoalan yang dihadapi saat ini merupakan akibat dari kebijakan nuklir yang dilakukan oleh Teheran.

        Sebelumnya, Iran memastikan bahwa dunia akan segera melihat perbedaan mencolok di Selat Hormuz. Teheran menegaskan jalur perdagangan tersebut tidak akan pernah kembali seperti sebelum pecahnya konflik yang melibatkan Amerika Serikat (AS).

        Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei mengatakan bahwa menegaskan jalur pelayaran strategis yang selama ini menjadi salah satu urat nadi perdagangan energi dunia kini memasuki babak baru, dengan skema pelayaran yang berbeda dari sebelumnya.

        Baca Juga: PSI: Ada Semacam Ketakutan Terhadap Jokowi di Tubuh PDIP

        "Tujuan kami adalah menentukan secepat mungkin sebuah rute yang kemungkinan bersifat sementara dan memungkinkan navigasi maritim yang aman melalui selat tersebut," ungkapnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Aldi Ginastiar
        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: