Ketegangan Iran dan Amerika Serikat (AS) menyusul perebutan kendali atas Selat Hormuz. Teheran baru-baru ini mengeluarkan peringatan keras terkait kebijakan blokade laut yang dilakukan Washington.
Penasihat Militer Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei, Mohsen Rezaei mengatakan blokade yang dilakukan terhadap pelabuhan-pelabuhan negaranya berpotensi memicu konsekuensi serius apabila terus dipertahankan.
Baca Juga: Jokowi Diam-diam Belum Rela Kehilangan Gemerlap Kekuasaan Presiden, Kata Legislator Asli NTT
"Jika blokade terus berlanjut, kapal-kapal dan pasukan kalian akan menghadapi risiko serta korban yang serius," tulis Mohsen Rezaei, dikutip Selasa (4/8/2026).
Rezaei menegaskan bahwa pihaknya menuntut perubahan sikap dari Amerika Serikat. Menurutnya, Teheran tidak akan mentoleransi langkah yang dinilai mempersempit ruang geraknya di salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia.
"Amerika Serikat harus mengubah perilakunya atau kami tidak akan menoleransi hal ini. Kami tidak akan pernah mengizinkan pembukaan koridor kedua di Selat Hormuz," tegasnya.
Sebelumnya, Amerika Serikat (AS) mengeluarkan pernyataan tegas mengenai situasi di Selat Hormuz. Ia mengklaim jalur pelayaran strategis tersebut saat ini sepenuhnya berada di bawah kendalinya, bukan berada dalam pengawasan dari Iran.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa blokade telah membuat negaranya secara efektif mengendalikan Selat Hormuz. Iran menurutnya hanya membual jika mereka mengklaim masih mengendalikan jalur perdagangan tersebut.
"Mereka kemudian kembali menyampaikan omong kosong yang biasa, dengan mengatakan jalur itu akan dioperasikan secara penuh oleh mereka, padahal selat itu sudah sepenuhnya dikendalikan oleh Angkatan Laut Amerika Serikat dan 'Tembok Baja Amerika Serikat'," ungkap Donald Trump.
Adapun Amerika Serikat telah memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran di Juli 2026. Kebijakan itu diambil setelah gagalnya implementasi nota kesepahaman yang sempat disepakati antara Washington dan Teheran pada Juni 2026.
Baca Juga: Efek Polemik Ijazah, Jokowi Tak Lagi Dipanggil Insinyur oleh Elite Muhammadiyah
Washingtong mengklaim sejak blokade kembali diberlakukan, sedikitnya 44 kapal telah diblokade karena bergerak menuju Iran. Selain itu, Washington menyatakan telah melumpuhkan dua kapal serta melakukan pemeriksaan terhadap dua kapal lainnya dalam operasi pengawasan di Selat Hormuz.