Kredit Foto: Instagram/Dede Budhyarto
Mantan Komisaris PT Pelni, Dede Budhyarto, menyoroti unggahan foto Anies Baswedan yang sedang membaca buku “Why Do So Many Incompetent Men Become Leaders?: (And How to Fix It)”.
Menurut Dede, Anies seolah menyindir seseorang lewat buku tersebut, padahal kompetensi dirinya sendiri sebagai pemimpin patut dipertanyakan.
Anies pernah menjabat sebagai Menteri Pendidikan namun dicopot Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) pada 27 Juni 2016. Ia juga menyinggung perjalanan politik Anies sebagai Gubernur DKI Jakarta periode 2017–2022 yang menurutnya sarat isu agama, hingga pencalonannya sebagai capres di Pilpres 2024.
"Emang @aniesbaswedan kompeten? Manusia ambisius yang dulu ikut konvensi Demokrat, 2014 jadi jubir Jokowi, terus diangkat jadi Menteri Pendidikan… diganti karena nggak becus kerja," tuis Dede di akun X pribadinya, dikutip Seasa (4/8).
"Nyalon Gubernur DKI pake isu agama biar menang, terus nyalon Presiden… keok total. Sekarang lagi-lagi pamer buku “Why Do So Many Incompetent Men Become Leaders?” di depan kamera. Seolah-olah lagi nyindir orang lain," imbuhnya.
Ia menambahkan, isi buku tersebut justru relevan dengan Anies sendiri, organisasi atau rakyat sering lebih memilih sosok karismatik dan pandai berbicara ketimbang yang benar-benar mampu bekerja.
"Jadi kalau dia lagi baca buku tentang pemimpin inkompeten yang naik karena percaya diri dan karisma… mungkin dia lagi baca biografi sendiri, bukan nyindir orang lain," tandasnya.
Sebagai informasi, buku tersebut merupakan karya dari Dr. Tomas Chamorro-Premuzic, seorang pakar psikologi bisnis internasional, manajemen talenta, dan profil kepemimpinan.
Baca Juga: Kelas Menengah Bikin Tingkat Kepuasan pada Prabowo Menurun, Popularitas Anies Makin Mendekat
Buku yang diterbitkan pada tahun 2019 melalui Harvard Business Review Press ini berawal dari sebuah artikel populer yang ia tulis untuk Harvard Business Review pada tahun 2013.
Buku tersebut membahas mengapa banyak pemimpin tidak kompeten bisa naik ke puncak, sementara sosok kompeten, terutama perempuan, sering kesulitan maju.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: