Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Teheran Balas Ultimatum Trump, Iran Sebut Kebijakan AS Berpotensi Memicu Perang Dunia III

        Teheran Balas Ultimatum Trump, Iran Sebut Kebijakan AS Berpotensi Memicu Perang Dunia III Kredit Foto: Reuters/Carlos Barria
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Iran memperingatkan kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump berpotensi memicu Perang Dunia III di tengah meningkatnya ketegangan terkait Selat Hormuz dan rencana perundingan baru antara kedua negara.

        Peringatan tersebut disampaikan Penasihat Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei, Mohsen Rezaei. Ia menegaskan Iran tidak akan mengizinkan pembukaan koridor pelayaran kedua di Selat Hormuz.

        "Kami tidak akan mengizinkan koridor kedua dibuka di Selat Hormuz, dan kapal perang atau kekuatan militer mana pun yang mendekatinya akan dihantam," kata Rezaei kepada televisi Iran, seperti dikutip The Independent.

        Rezaei menilai kebijakan yang ditempuh Trump berisiko memicu konflik berskala global. Ia bahkan menyebut langkah Presiden AS itu dapat membawa dunia menuju perang yang lebih luas.

        "Langkah Trump bisa memantik Perang Dunia III," ujarnya.

        Sebelumnya, Trump menyatakan Iran kini berada pada kesempatan terakhir untuk mencapai kesepakatan dengan Amerika Serikat guna mencegah eskalasi konflik lebih lanjut.

        Saat berbicara di Ruang Oval Gedung Putih, Trump mengatakan perundingan diperkirakan dimulai dalam satu atau dua hari ke depan.

        Menurut Trump, proses penyelesaian konflik akan berlangsung dalam dua tahap. Tahap pertama difokuskan pada pembukaan kembali Selat Hormuz sebagai jalur pelayaran internasional.

        "Tahap pertama adalah pembukaan selat. Tahap kedua adalah denuklirisasi. Itu akan memerlukan sedikit waktu," kata Trump.

        Trump juga mengklaim Selat Hormuz dapat kembali dibuka dalam waktu dekat. Ia menuding Iran telah meminta agar negosiasi dilanjutkan dan menyebut komunikasi antara kedua negara sedang berlangsung.

        Baca Juga: Stok Rudal Terkuras, Amerika Serikat Jadi Sasaran Empuk China Gegara Perang Iran

        Namun, pemerintah Iran membantah klaim tersebut. Teheran menegaskan tidak ada agenda pertemuan dengan Amerika Serikat pada Senin (3/8/2026).

        Iran menyatakan komunikasi yang sedang berlangsung hanya dilakukan dengan Oman. Pembahasan itu difokuskan pada pembentukan jalur sementara untuk menjamin keselamatan pelayaran di Selat Hormuz.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Christian Andy
        Editor: Christian Andy

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: