Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Ferry Latuhihin Ngamuk! Sebut Purbaya Balas Dendam Lewat Pajak

        Ferry Latuhihin Ngamuk! Sebut Purbaya Balas Dendam Lewat Pajak Kredit Foto: Sufri Yuliardi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Ekonom senior Ferry Latuhihin mengaku menerima surat dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang menuntut pembayaran pajak atas sejumlah mobil mewah yang disebut miliknya. Namun, Ferry menegaskan tidak pernah memiliki kendaraan mewah seperti yang dimaksud.

        Ia menuding surat tersebut sebagai bentuk “balas dendam” Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa terhadap dirinya, lantaran sering melontarkan kritik tajam. Ferry bahkan kerap mendesak agar Purbaya dicopot dari jabatannya karena dianggap tidak layak memimpin Kementerian Keuangan. 

        “Saya sudah perkirakan Purbaya ingin membalas dendam kepada saya karena saya sangat kritis sekali terhadap beliau,” kata Ferry di kanal YouTube miliknya, dikutip Kamis (6/8).

        Ferry menambahkan, sejumlah podcaster yang pernah mengundangnya sebagai narasumber juga menerima surat dari DJP untuk menelusuri honor yang mereka bayarkan kepadanya.

        “Untuk mengetahui berapa banyak mereka membayar saya, berapa duit mereka untuk membayar saya ketika mengundang saya. Sementara tamu-tamu yang lain tidak dikirim surat," katanya.

        Ia menyebut tindakan itu sebagai perilaku kekanak-kanakan dan tidak pantas dilakukan seorang menteri.

        “Saya tahu saya ditargetkan dari mana karena menurut para podcaster kawan-kawan saya seperti Bang Hendri Satrio, Forum Keadilan, Bang Akbar Faizal, Rhenald Kasali, tamu-tamu yang lain tidak dipertanyakan oleh pajak, cuma saya saja,” kata Ferry.

        “Berarti benar dugaan saya Purbaya ingin membalas dendam kepada saya lewat pajak,” tudingnya.

        Ia menilai langkah tersebut sebagai bentuk penyalahgunaan wewenang.

        “Hati-hati, Pak Purbaya. Anda menyalahgunakan wewenang Anda untuk dendam pribadi Anda. Itu sangat berbahaya sekali," pungkasnya.

        Menanggapi tudingan tersebut, Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan tidak mengetahui adanya surat dari DJP yang ditujukan kepada Ferry. 

        Baca Juga: Ekonom Meledak! Sebut Purbaya Tak Paham Ekonomi, Minta Dicopot!

        “Saya enggak tahu [surat] itu. Mungkin Pak Ferry melakukan kesalahan pajak. Saya enggak tahu itu. Kalau enggak berdosa ya enggak masalah harusnya,” kata Purbaya ketika ditanya awak media saat briefing di Kementerian Keuangan, Rabu, (5/8/2026).

        Purbaya menambahkan, jika memang ada mobil mewah, hal itu bukan masalah, dan jika tidak ada, juga tidak perlu dipersoalkan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
        Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

        Bagikan Artikel: