Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Presiden Iran Bongkar Kondisi Mojtaba Khamenei, Sulit Dihubungi Usai Serangan AS-Israel

        Presiden Iran Bongkar Kondisi Mojtaba Khamenei, Sulit Dihubungi Usai Serangan AS-Israel Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengungkapkan bahwa komunikasi dengan Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, masih sangat sulit setelah konflik bersenjata dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Meski demikian, Pezeshkian memastikan hubungan kerja dengan pemimpin tertinggi negaranya tetap berjalan baik.

        Pezeshkian mengatakan Mojtaba tetap menjadi sumber kekuatan bagi pemerintah Iran meskipun saat ini akses komunikasi dengannya sangat terbatas.

        "Sangat sulit untuk berkomunikasi dengannya saat ini, namun bagaimanapun juga, keberadaannya merupakan sumber kekuatan yang sangat besar bagi kami untuk terus melangkah," kata Pezeshkian, seperti dikutip AFP, Kamis (6/8/2026).

        Sejak menggantikan mendiang ayahnya sebagai Pemimpin Tertinggi Iran pada Maret lalu, Mojtaba Khamenei lebih banyak menyampaikan pesan melalui pernyataan tertulis. Ia juga belum kembali tampil di hadapan publik setelah dilaporkan mengalami luka akibat serangan gabungan AS dan Israel.

        Kondisi tersebut memicu berbagai spekulasi mengenai situasi internal kepemimpinan Iran. Absennya Mojtaba dalam sejumlah agenda penting, termasuk prosesi pemakaman ayahnya, turut menjadi sorotan.

        Pezeshkian membantah berbagai spekulasi yang berkembang. Ia menegaskan tetap dapat melakukan pertemuan yang produktif dengan Mojtaba dan menilai pemimpin tertinggi Iran itu tetap menjalankan perannya.

        "Sayangnya, situasi saat ini memungkinkan pihak-pihak yang berniat buruk untuk menggambarkan sosoknya secara berbeda dan menampilkan citra yang keliru tentang dirinya," ujarnya.

        Menurut Pezeshkian, setiap pertemuan dengan Mojtaba berlangsung dengan suasana yang konstruktif. Ia menyebut pemimpin tertinggi Iran tersebut selalu menyambut pembahasan dengan pendekatan yang rasional.

        Baca Juga: Iran Selangkah Kuasai Selat Hormuz, Oman Sepakat Kelola Jalur Minyak Paling Sibuk di Dunia

        Pernyataan itu muncul setelah sejumlah media internasional melaporkan Mojtaba berada di lokasi yang dirahasiakan dengan sistem pengamanan sangat ketat. Laporan sebelumnya menyebutkan ia hanya dapat dihubungi melalui jaringan perantara.

        Media Amerika Serikat, CBS News, yang mengutip sejumlah pejabat intelijen AS pada Mei lalu, melaporkan Mojtaba "secara efektif bersembunyi" di sebuah bunker rahasia. Dalam laporan tersebut disebutkan akses menuju pemimpin tertinggi Iran itu sangat terbatas dan komunikasi dilakukan melalui kurir khusus.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Christian Andy
        Editor: Christian Andy

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: