Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        IHSG Ditutup Melemah ke Level 6.343, Ini Penyebabnya

        IHSG Ditutup Melemah ke Level 6.343, Ini Penyebabnya Kredit Foto: Uswah Hasanah
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Kamis (6/8/2026) di zona merah. IHSG ditutup melemah 0,12% atau 7,5 poin ke level 6.343 setelah sepanjang sesi bergerak di area negatif.

        Sepanjang perdagangan, IHSG sempat menyentuh level tertinggi 6.388 sebelum turun hingga ke level terendah 6.324. Tekanan jual yang terjadi sejak awal sesi membuat indeks gagal mempertahankan penguatan hingga penutupan.

        Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), nilai transaksi sepanjang perdagangan mencapai Rp18,18 triliun dengan volume 54,9 miliar saham yang berpindah tangan dalam 2,67 juta kali transaksi.

        Dari seluruh saham yang diperdagangkan, sebanyak 265 saham ditutup menguat, 337 saham melemah, dan 192 saham lainnya bergerak stagnan.

        Pelemahan IHSG terutama dipicu oleh turunnya sejumlah saham berkapitalisasi besar (big caps), seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), dan PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR), yang memberikan tekanan cukup besar terhadap pergerakan indeks.

        Berdasarkan riset Phintraco Sekuritas, pelemahan IHSG merupakan bagian dari pullback atau koreksi jangka pendek setelah IHSG mencatat penguatan pada perdagangan sebelumnya.

        Di sisi lain, sentimen pasar juga dipengaruhi sikap investor yang masih menunggu kepastian mengenai calon Gubernur Bank Indonesia (BI) yang akan diajukan Presiden Prabowo Subianto untuk menggantikan Perry Warjiyo. 

        Baca Juga: Usai Disuspensi 7 Hari, BEI Buka Kembali Perdagangan Saham COAL

        Baca Juga: BEI Cabut Suspensi MDIA, ALKA, TGUK, dan EDGE, Begini Pergerakan Sahamnya

        Baca Juga: IHSG Ditutup Menguat 1,37% ke Level 6.319, Transaksi Tembus Rp12,86 Triliun

        "Perkembangan tersebut diperkirakan akan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi arah pergerakan pasar dalam waktu dekat," kata Phintraco Sekuritas.

        Sedangkan riset dari Panin Sekuritas, pelaku pasar masih memilih bersikap wait and see menjelang sejumlah agenda penting pada Agustus. Salah satunya adalah pengumuman hasil evaluasi berkala indeks MSCI pada 12 Agustus 2026, yang berpotensi mengubah komposisi saham konstituen.

        Selain itu, investor juga mencermati Pidato Kenegaraan Presiden RI yang akan disertai penyampaian Rancangan APBN 2027 dan Nota Keuangan pada 14 Agustus 2026. Agenda tersebut dinilai dapat memberikan arah baru bagi sentimen pasar dalam jangka pendek.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Dian Ihsan
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: