Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Stella Christie Beri Peringatan Bahaya di Balik Status WhatsApp dan Instagram

        Stella Christie Beri Peringatan Bahaya di Balik Status WhatsApp dan Instagram Kredit Foto: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendikti) Stella Christie menegaskan keamanan siber bukan hanya tanggung jawab Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), tetapi juga menjadi tanggung jawab setiap individu yang berhubungan dengan data.

        Stella mengatakan setiap aktivitas digital masyarakat menghasilkan data yang berpotensi dimanfaatkan oleh berbagai pihak. Karena itu, pemahaman mengenai pengelolaan dan perlindungan data perlu diperkuat, termasuk dari sisi sumber daya manusia.

        "Cybersecurity itu bukan dilaksanakan, ini yang paling penting, bukan dilaksanakan oleh hanya Komdigi. Cybersecurityitu harus dilaksanakan oleh setiap individu yang berhubungan dengan data," kata Stella saat ditemui usai acara di Jakarta, Senin (10/8/2026).

        Menurut Stella, aktivitas sederhana di media sosial seperti memperbarui status WhatsApp dan Instagram juga menghasilkan data. Data tersebut kemudian dapat digunakan oleh berbagai pihak.

        "Tadi kita berbicara dengan Prof. Eko, kalau Anda meng-update status Anda di WhatsApp atau meng-update status Anda di Instagram, itu adalah suatu data. Dan data itu digunakan oleh berbagai macam orang," ujarnya.

        Stella menilai pergeseran perang modern ke ruang siber membuat kemampuan Indonesia dalam melindungi data menjadi bagian penting dari kedaulatan negara. Perlindungan tersebut tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan infrastruktur digital.

        Ia menjelaskan terdapat tiga prinsip utama dalam pengelolaan data yang perlu dipahami. Pertama, bagaimana data dikumpulkan. Kedua, bagaimana data disimpan. Ketiga, bagaimana data digunakan.

        Ketiga aspek tersebut membutuhkan dukungan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan dalam mengelola dan melindungi data. Menurut Stella, pembangunan infrastruktur digital tanpa dibarengi kemampuan manusia dapat meningkatkan risiko kebocoran dan penyalahgunaan data.

        "Kalau manusianya tidak mengerti bagaimana menyimpan data, tidak mengerti bagaimana menggunakannya, tidak mengerti bagaimana mengumpulkannya, kita akan banyak kecolongan, akan banyak digunakan oleh bangsa-bangsa lain," tutur Stella.

        Karena itu, Stella menekankan pentingnya meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai keamanan data. Masyarakat tidak hanya ditempatkan sebagai pengguna teknologi, tetapi juga sebagai pihak yang menghasilkan data.

        "Saya rasa sangat penting sekali hari ini kita bukan saja tentang infrastrukturnya, tetapi juga terlebih sekali tentang manusianya," jelas Stella.

        Baca Juga: Wamenkomdigi Nezar: Pemerintah Finalisasi Otoritas Pelindungan Data Pribadi, Ditargetkan Rampung Dua Bulan Lagi

        Baca Juga: Komdigi Dorong Kerja Sama Digital Indonesia-Swiss untuk Perkuat Ekonomi

        Menurutnya, masyarakat perlu memahami bagaimana data yang dihasilkan dalam aktivitas sehari-hari dikumpulkan, disimpan, dan digunakan. Kesadaran tersebut dinilai penting seiring meningkatnya aktivitas dan ancaman di ruang siber.

        "Jadi saya rasa yang sangat perlu dilakukan adalah menggairahkan pengetahuan dan juga semangat untuk menghargai bahwa kita adalah penyumbang data dan bagaimana kita sungguh-sungguh menjaga data kita," tutupnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: