Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        PSI Sentil Eks Wakapolri soal Ijazah Jokowi: Sepertinya Sedang Mabuk Kecubung

        PSI Sentil Eks Wakapolri soal Ijazah Jokowi: Sepertinya Sedang Mabuk Kecubung Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Polemik mengenai keaslian ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) kembali memunculkan perdebatan. Kali ini, pernyataan mantan Wakapolri Komjen (Purn) Oegroseno yang mengaku akan meminta Jokowi menunjukkan ijazah jika dirinya masih aktif sebagai polisi mendapat respons tajam dari kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dedy Nur Palakka.

        Dedy justru membalik pernyataan tersebut dengan mengandaikan posisi Oegroseno jika masih menjabat sebagai Wakapolri. Menurutnya, bukan Jokowi yang akan dipanggil untuk menghadap, melainkan Oegroseno yang justru berpotensi diminta datang menghadap Presiden.

        Ia menilai pernyataan Oegroseno tersebut tidak sesuai dengan posisi serta kewenangan seorang Wakapolri.

        "Terbalik, yang ada Anda dipanggil menghadap presiden di istana lalu dipecat dengan cara tidak hormat," kata Dedy.

        Baca Juga: Jokowi Capek-capek Safari Politik, Elektabilitas PSI Ternyata Segitu-segitu Saja

        Tak berhenti di situ, Dedy melontarkan sindiran keras kepada Oegroseno terkait pernyataannya mengenai pemanggilan Jokowi untuk menyerahkan ijazah.

        "Sepertinya beliau sedang mabuk kecubung," ujarnya.

        Dedy kemudian mengajak publik membayangkan kembali bagaimana posisi Wakapolri dalam struktur pemerintahan. Ia mempertanyakan logika seorang Wakapolri memanggil Presiden untuk meminta dokumen tertentu.

        "Coba saya ajak sedikit menghayal di luar orbit. Kalau Kapolri saja diangkat dan diberhentikan oleh Presiden, masa sekelas Wakapolri mau panggil Presiden," ungkapnya.

        Menurut Dedy, permintaan agar Jokowi dipanggil untuk membuktikan ijazah juga dinilai tidak tepat. Ia beralasan, persoalan dokumen pendidikan tersebut telah melalui proses verifikasi oleh institusi yang memiliki kewenangan.

        Baca Juga: Guru Besar UGM Bicara soal Kisruh Ijazah Palsu: Pak Jokowi Kembalilah...

        "Panggil Presiden untuk alasan ijazah yang sudah diverifikasi oleh lembaga yang berwenang. Apa beliau ini ngga salah masuk kamar?" jelasnya.

        Sebelumnya, Oegroseno memang menyoroti polemik ijazah Jokowi yang hingga kini masih menjadi perhatian publik. Bahkan, ia menyebut isu tersebut telah dipantau oleh berbagai pihak dari luar negeri sehingga menurutnya perlu ada langkah terbuka demi menjaga nama baik Indonesia.

        "Isu dugaan ijazah palsu (Jokowi) atau bukan palsu pun sudah dimonitorin negara-negara di dunia. Seharusnya, ya demi nama baik bangsa Indonesia beliau tunjukkan, saya kuliah dulu di Universitas Gadjah Mada," ungkap Oegroseno.

        Oegroseno juga mengungkapkan sikapnya selama masih bertugas di Kepolisian. Ia mengaku sejak dulu menolak praktik kriminalisasi dan tidak ingin persoalan hukum digunakan untuk menghukum seseorang secara tidak semestinya.

        "Menurut saya, jadi, apa sih sebenarnya bisa menghukum orang. Saya kalau selama di Kepolisian paling anti kriminalisasi. Makanya seperti ini kan saya karena tidak bisa teriak terlalu banyak," tegasnya.

        Dalam konteks polemik ijazah Jokowi, Oegroseno bahkan mengatakan dirinya akan mengambil langkah berbeda apabila masih menjadi anggota aktif Polri. Ia mengaku akan meminta Jokowi menyerahkan ijazahnya untuk kepentingan penanganan laporan di Polda Metro Jaya.

        "Kalau saya masih aktif, saya akan minta Pak Jokowi, bapak serahkan ijazah bapak nanti di Polda Metro karena bapak melaporkan itu," tambahnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: