Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        IHSG Dibuka Hijau, Naik 0,16% ke Level 6.277

        IHSG Dibuka Hijau, Naik 0,16% ke Level 6.277 Kredit Foto: Antara/Muhammad Adimaja
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencoba bangkit pada awal perdagangan Rabu (12/8/2026) setelah sehari sebelumnya tertekan cukup dalam.

        Mengacu pada data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG dibuka di level 6.277,76, naik 9,88 poin atau 0,16% dari posisi penutupan perdagangan sebelumnya.

        Pergerakan positif tersebut turut diikuti oleh mayoritas saham. Sebanyak 190 saham tercatat menguat, sedangkan 91 saham melemah dan 316 saham lainnya belum mengalami perubahan.

        Dari sisi transaksi, perdagangan pagi ini mencatatkan volume sekitar 174,92 juta saham dengan nilai transaksi mencapai Rp81,84 miliar. Adapun frekuensi perdagangan tercatat sebanyak sekitar 23.182 transaksi.

        Dalam riset hariannya, Phintraco Sekuritas menilai tekanan terhadap IHSG masih cukup kuat. Gerak IHSG di level 6.250 menjadi area penting yang perlu diperhatikan, sedangkan 6.300 merupakan resistance terdekat.

        "Diperkirakan IHSG hari ini akan menguji level support di 6.180-6.200," tulis Phintraco Sekuritas.

        Potensi pelemahan tersebut juga terlihat dari indikator teknikal. Histogram positif MACD mulai menyempit, sedangkan Stochastic RSI bergerak turun di sekitar area pivot. IHSG pun telah berada di bawah MA10, meski masih bertahan di atas MA20.

        Sentimen pasar turut dibayangi pelemahan rupiah. Nilai tukar rupiah di pasar spot sebelumnya turun 0,59% ke level Rp17.861 per dolar AS di tengah penguatan dolar AS.

        Baca Juga: BEI Soroti Pergerakan MCAS dan FUTR, Investor Diminta Waspada

        Baca Juga: Saham TRUK Lompat Berkali-kali, BEI Akhirnya Bekukan Perdagangan

        Baca Juga: Batas Maksimal Kepemilikan Saham BEI Belum Diputuskan, Ini Kata OJK

        Dari dalam negeri, investor masih mencermati kondisi konsumsi masyarakat. Penjualan ritel pada Juni 2026 tercatat masih turun 3% secara tahunan. Meski demikian, angka tersebut membaik dari kontraksi 3,9% pada Mei.

        Secara bulanan, penjualan ritel tumbuh 0,7%. Pertumbuhan ini menjadi sinyal positif setelah penjualan ritel mengalami penurunan dalam dua bulan sebelumnya.

        Kabar baik juga datang dari sektor otomotif. Penjualan mobil domestik pada Juli 2026 mencapai 81.115 unit, meningkat 33,3% dibandingkan Juli tahun lalu.

        Secara kumulatif, penjualan mobil sepanjang Januari-Juli 2026 mencapai 437.500 unit atau tumbuh 18,3% secara tahunan. Kinerja tersebut turut didukung oleh penyelenggaraan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Dian Ihsan
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: