Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Prabowo Dorong Tentara-Polisi Bertani, Ganjar: Yang Nganggur Belum Kerja, Kenapa Tak Disuruh Kelola?

        Prabowo Dorong Tentara-Polisi Bertani, Ganjar: Yang Nganggur Belum Kerja, Kenapa Tak Disuruh Kelola? Kredit Foto: Antara/M Risyal Hidayat
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang melibatkan tentara dan polisi dalam kegiatan sektor pangan mendapat sorotan dari Elite Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Ganjar Pranowo. Ia mempertanyakan mengapa pekerjaan pertanian tidak lebih banyak diberikan kepada masyarakat yang belum memiliki pekerjaan.

        Menurut Ganjar, sektor pertanian memiliki potensi besar untuk menyerap tenaga kerja. Pemerintah dapat mengembangkan program padat karya sehingga masyarakat yang menganggur memperoleh kesempatan mendapatkan penghasilan sekaligus ikut memperkuat ketahanan pangan.

        Baca Juga: Di Balik Undangan Acara dari Prabowo Tak Akan Dipenuhi SBY

        “Yang nganggur, belum kerja, kenapa tidak disuruh mengelola pertanian? Yang ngagur dengan padat karya,” jelas Ganjar, dikutip Kamis (13/8/2026).

        Menurut Ganjar, pemerintah tidak kekurangan alasan untuk mengembangkan sektor pertanian sebagai ruang penciptaan pekerjaan. Di sisi lain, masyarakat yang membutuhkan pekerjaan masih cukup banyak.

        Ganjar menyoroti kondisi ketenagakerjaan, termasuk banyaknya lulusan perguruan tinggi yang belum memperoleh pekerjaan.

        “Berapa sarjana nganggur hari ini? Kompas sudah memuat, sekarang lapangan kerja dibutuhkan oleh banyak orang,” tukasnya.

        Karena itu menurutnya agenda memperkuat ketahanan pangan seharusnya sekaligus dirancang sebagai kebijakan penciptaan lapangan kerja. Ia menawarkan pendekatan padat karya agar masyarakat yang belum bekerja dapat dilibatkan dalam kegiatan produktif di sektor pertanian.

        “Kita ingin maju pada persoalan sebutlah satu pangan,” tutur Ganjar.

        Dengan skema tersebut, pemerintah dapat mengejar dua tujuan sekaligus: meningkatkan produksi pangan dan membuka kesempatan kerja bagi masyarakat.

        Ganjar tidak mempersoalkan pentingnya program ketahanan pangan. Yang menjadi sorotannya adalah siapa yang seharusnya menjadi pelaksana utama kegiatan tersebut.

        Ia mengingatkan bahwa reformasi telah mendorong pembagian fungsi yang lebih jelas antara tentara dan polisi. Tentara diarahkan pada sektor pertahanan, sedangkan polisi menjalankan fungsi keamanan.

        “Untuk apa? Bergeraklah dalam bidangnya. Apa itu? Tentara, Pertahanan. Polisi, keamanan. Maka dua-duanya gak perlu tanam padi, tanam jagung, gak perlu,” tegasnya.

        Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan pentingnya keterlibatan tentara dan polisi untuk mempercepat terwujudnya swasembada pangan.

        Ia bersikukuh pelibatan tersebut diperlukan untuk mengawal program swasembada pangan dan mencegah kebocoran anggaran. Menurutnya, pertanian adalah sektor strategis yang pengembangannya harus melibatkan seluruh pihak.

        Baca Juga: Jokowi Soal Kaesang Maju di Kandang PDIP: Sudah Dihitung, Risiko Persaingan Juga Dikalkulasi

        ”Hanya di Indonesia polisi ngurus pertanian. Mungkin di Indonesia tentaranya sering ada di sawah, angkatan laut tanam kedelai, angkatan udara tanam tebu. Tapi ini adalah strategis. Ini adalah kenapa Indonesia akan bangkit dengan hebat,” tutur Prabowo.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Aldi Ginastiar
        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: