Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        SIG Tekan Emisi, Kurangi Batu Bara 467 Ribu Ton, Diganjar ESG Award 2026

        SIG Tekan Emisi, Kurangi Batu Bara 467 Ribu Ton, Diganjar ESG Award 2026 Kredit Foto: SIG
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) meraih ESG Award 2026 dari Yayasan KEHATI setelah dinilai berhasil menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) secara konsisten, termasuk menekan intensitas emisi gas rumah kaca (GRK) Scope 1 hingga 21% dibandingkan baseline 2010.

        Penghargaan tersebut diberikan dalam kategori Sector Capital Market – Listed Company. Trofi diserahkan oleh Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat kepada Pgs Group Head of Strategic Growth & ESG SIG Muhammad Taqiyuddin di Jakarta.

        Corporate Secretary SIG Vita Mahreyni mengatakan penerapan ESG telah menjadi bagian dari strategi bisnis perusahaan sekaligus menjadi keunggulan kompetitif di tengah meningkatnya tuntutan terhadap praktik bisnis berkelanjutan.

        “Penerapan prinsip ESG merupakan landasan bagi SIG dalam menjalankan operasional bisnis. Komitmen ini didasari oleh kesadaran bahwa ESG bukan sekadar memenuhi kewajiban regulasi, tetapi merupakan competitive advantage untuk kesuksesan perusahaan di masa depan. Diraihnya ESG Award 2026 menunjukkan bahwa penerapan ESG di SIG berjalan dengan baik,” ujar Vita, dalam keterangan resmi, Jakarta, Kamis (13/8/2026). 

        Salah satu strategi yang dijalankan SIG ialah mengembangkan produk semen rendah karbon (green cement) melalui penggunaan material dan proses produksi yang lebih ramah lingkungan.

        Menurut perseroan, produk semen hijau SIG memiliki emisi karbon hingga 38% lebih rendah dibandingkan semen konvensional tanpa mengurangi standar mutu sesuai peruntukannya.

        Di sisi operasional, SIG juga mempercepat dekarbonisasi dengan meningkatkan pemanfaatan bahan bakar alternatif yang berasal dari limbah industri, biomassa, hingga sampah perkotaan yang diolah menjadi refuse-derived fuel (RDF).

        Sepanjang 2025, penggunaan bahan bakar alternatif meningkat 24% menjadi 681 ribu ton. Angka tersebut setara dengan pengurangan konsumsi batu bara sekitar 467 ribu ton serta mendorong thermal substitution rate (TSR) mencapai 9,77%.

        Selain itu, perusahaan memperluas pemanfaatan energi bersih melalui pemasangan panel surya di berbagai fasilitas operasional dan teknologi Waste Heat Recovery Power Generation (WHRPG) yang memanfaatkan panas buang proses produksi menjadi energi listrik.

        Berbagai upaya tersebut turut berkontribusi terhadap penurunan intensitas emisi GRK Scope 2 sebesar 15% dibandingkan baseline 2019.

        Vita mengatakan implementasi ESG di SIG mengacu pada Sustainability Roadmap 2030 yang menjadi pedoman perusahaan dalam menetapkan strategi, indikator, dan target keberlanjutan.

        Pelaksanaannya juga diawasi melalui Komite Keberlanjutan untuk memastikan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola terintegrasi dalam proses bisnis.

        “Untuk memastikan penerapan ESG berjalan secara konsisten, SIG memiliki Sustainability Roadmap 2030 yang menjadi acuan dalam menetapkan strategi, indikator, dan target keberlanjutan,” ujarnya.

        Komitmen tersebut juga tercermin dari penilaian sejumlah lembaga independen. SIG memperoleh ESG Rating 2025 dari Sustainalytics dengan predikat Medium Risk dan skor 25, yang mencerminkan kemampuan perusahaan dalam mengelola risiko ESG.

        Baca Juga: SIG Percepat Distribusi Semen di Tengah Lonjakan Permintaan Aceh

        Baca Juga: Semen Kujang Kembali Mengaspal, SIG Siap Perbesar Pangsa Pasar Jawa Barat

        Baca Juga: SIG Genjot Produksi dan Distribusi Semen untuk Penuhi Kebutuhan Aceh

        Selain itu, SIG meraih skor 49 pada Corporate Sustainability Assessment (CSA) S&P dan S&P ESG Rating, yang menjadi salah satu indikator pengelolaan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan.

        Yayasan KEHATI menyelenggarakan ESG Award sebagai bentuk apresiasi kepada perusahaan, institusi keuangan, investor, dan pelaku usaha yang dinilai memiliki kepemimpinan dalam penerapan ESG dan berkontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Annisa Nurfitri
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: