Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Jubir Kepercayaan Trump Akhirnya Ajukan Resign, Ada Apa?

        Jubir Kepercayaan Trump Akhirnya Ajukan Resign, Ada Apa? Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Karoline Leavitt akan meninggalkan posisi Sekretaris Pers Gedung Putih pada akhir Agustus 2026. Keputusan tersebut diambil setelah perempuan berusia 28 tahun itu memilih lebih banyak menghabiskan waktu bersama keluarganya.

        Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan keputusan Leavitt melalui media sosial pada Rabu (12/8) waktu setempat. Trump menyebut Leavitt sebagai salah satu asistennya yang paling dipercaya selama berada di Gedung Putih.

        "Karoline sekarang akan menjadi salah satu penasihat luar utama saya, dan suara yang berpengaruh di dalam Partai Republik," kata Trump, dilansir Reuters, Kamis (13/8/2026).

        Leavitt mulai menjabat sebagai Sekretaris Pers Gedung Putih pada 2025. Ia tercatat sebagai orang termuda yang pernah menduduki posisi tersebut.

        Trump belum mengumumkan sosok yang akan menggantikan Leavitt sebagai juru bicara Gedung Putih. Leavitt sendiri disebut akan tetap memiliki peran sebagai penasihat luar bagi Trump.

        Keputusan mundur tersebut tidak terlepas dari kondisi keluarganya. Leavitt dan suaminya, Nicholas Riccio, baru dikaruniai anak kedua pada Mei lalu.

        Bayi perempuan tersebut menjadi anak kedua Leavitt dan Riccio. Pasangan itu sebelumnya telah memiliki seorang putra yang kini berusia dua tahun.

        Leavitt sempat kembali bekerja pada bulan lalu setelah menjalani cuti melahirkan. Namun, ia kemudian menyadari sulit membagi waktu antara pekerjaan di Gedung Putih dan tanggung jawab sebagai ibu.

        "Menjadi seorang ibu dan menyambut bayi baru sambil bekerja di salah satu pekerjaan paling menuntut di dunia telah menjadi masa paling berharga, sekaligus menantang dalam hidup saya, setidaknya," tulis Leavitt melalui media sosial X.

        "Sejujurnya, sejak kembali ke Gedung Putih setelah kelahiran putri saya, saya merasa di dalam hati bahwa saya tidak dapat menjadi ibu terbaik yang pantas diterima oleh kedua anak saya yang masih kecil sambil mencurahkan waktu, energi, dan perhatian yang dibutuhkan oleh Sekretaris Pers Gedung Putih--dan itulah mengapa saya akhirnya membuat keputusan yang pahit untuk meninggalkan Gedung Putih dan memulai babak baru dalam hidup saya," lanjutnya.

        Selama menjalankan tugasnya, Leavitt dikenal memiliki hubungan yang cukup keras dengan sejumlah media. Ia beberapa kali menuding wartawan tertentu memiliki keberpihakan politik dan bias terhadap pemerintahan Trump.

        Baca Juga: Iran Ejek Trump Pindah Pesawat Pakai Truk Katering: Jadi Bahan Meme

        Di sisi lain, pendukung Trump menilai Leavitt mampu menjalankan perannya dengan konsisten. Ia juga dinilai gigih mempertahankan kebijakan pemerintah dalam menghadapi berbagai pertanyaan media.

        Leavitt menjadi sekretaris pers dengan masa jabatan terlama kedua dalam dua pemerintahan Trump. Posisi pertama ditempati Sarah Huckabee Sanders.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Christian Andy
        Editor: Christian Andy

        Bagikan Artikel: