Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Kenapa Puan Santai Ketemu Jokowi, Tapi Megawati Menghindar Total?

        Kenapa Puan Santai Ketemu Jokowi, Tapi Megawati Menghindar Total? Kredit Foto: Sufri Yuliardi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Jurnalis senior Hersubeno Arief mengungkapkan bahwa Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) tidak pernah lagi hadir dalam forum resmi yang sama sejak keduanya pecah kongsi politik.

        Termasuk yang terbaru pada Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD, Jumat (14/8/2026), di mana Jokowi hadir sementara Megawati absen.

        Meski hubungan Jokowi dan PDIP renggang, Ketua DPR RI Puan Maharani tampak masih akrab dengan mantan Wali Kota Solo itu. Keduanya bahkan beberapa kali bertemu setelah Pilpres 2024..

        "Kalau soal Jokowi kan sejauh ini, walaupun hubungan antara ibunya dan PDIP dengan Jokowi itu terganggu, Puan Maharani itu tampaknya fine-fine saja. Dia masih tampak sering bertemu dengan Joko Widod," ujar Hersu dalam kanal YouTube Hersubeno Point, dikutip Jumat (14/8). 

        "Bahkan setelah Pilpres 2024, ketika pada akhir masa jabatan Joko Widodo sebagai Presiden pada tahun 2024 itu, Puan Maharani masih beberapa kali ketemu dengan Jokowi, termasuk ada kegiatan-kegiatan kenegaraan di istana. Tapi kalau Megawati sudah sama sekali tidak pernah bertemu gitu," imbuhnya.

        Menurut Hersu, hal ini terjadi karena hubungan Megawati dan Jokowi lebih dalam dari yang diperkirakan publik. Mereka bukan sekadar mitra politik, melainkan sudah seperti ibu dan anak.

        "Jokowi sendiri menyebut sudah dianggap seperti ibunya sendiri katanya, ibunya sendiri kemudian dikhianati. Kalau dikhianati ya kayak Malin Kundang dong begitu ya," tandasnya.

        Latar Belakang Konflik

        Internal PDIP menilai tindakan Jokowi pada Pilpres 2024 sebagai bentuk pengkhianatan terhadap keputusan partai. Meski saat itu Jokowi masih berstatus kader sekaligus Presiden RI, arah dukungannya dinilai tidak sejalan dengan keputusan PDIP yang mengusung pasangan Ganjar Pranowo–Mahfud MD.

        Sementara itu, putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, maju sebagai calon wakil presiden mendampingi Prabowo Subianto. Langkah tersebut dianggap sebagai restu diam-diam dari Jokowi, sekaligus mempertegas keretakan hubungannya dengan PDIP.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
        Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

        Bagikan Artikel: