Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Perempuan Perlu Diberi Ruang untuk Ambil Peran Strategis di Berbagai Bidang, Termasuk Ekonomi

        Perempuan Perlu Diberi Ruang untuk Ambil Peran Strategis di Berbagai Bidang, Termasuk Ekonomi Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Wakil Rektor Penjaminan Mutu dan Kemitraan Universitas Paramadina, Prof. Dr. Iin Mayasari menilai salah satu pilar penting bagi perempuan di era kemerdekaan adalah terbukanya ruang bagi mereka untuk mengambil peran strategis di ranah publik.

        Menurut Iin, perempuan tidak cukup hanya hadir, tetapi juga perlu memiliki kesempatan untuk terlibat dalam berbagai bidang yang menentukan arah pembangunan.

        "Pilar utama perempuan di era kemerdekaan adalah sejauh mana perempuan diberikan ruang dan mampu mengambil peran strategis di ruang publik," ujar Iin dalam acara webinar "Refleksi Kemerdekaan oleh Perempuan Paramadina: Bidang Ekonomi dan Sosial Politik", Jakarta, Jumat (14/8/2026).

        Ia mengapresiasi Universitas Paramadina yang dinilai telah memberikan ruang bagi perempuan untuk mengambil peran strategis di berbagai bidang.

        "Alhamdulillah Paramadina telah mengambil peran itu, memberi ruang bagi para perempuan Paramadina mengambil peran strategis," katanya.

        Menurut Iin, peran perempuan juga semakin penting dalam menopang perekonomian nasional. Di sektor ekonomi, perempuan kini tidak lagi sekadar berperan sebagai penopang rumah tangga, tetapi telah menjadi penggerak utama usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi keluarga.

        Baca Juga: PNM Perluas Pemberdayaan UMKM Perempuan hingga Pelosok, Perkuat Ekonomi Rakyat dan Pemerataan

        Baca Juga: Ekonomi Sumut 2026 Tumbuh Positif, Diproyeksi Capai 5,7 Persen

        Baca Juga: Menko Airlangga Ungkap 3 Mesin Pertumbuhan Ekonomi RI 2027, Ada Digitalisasi hingga Bursa Mineral

        Sementara di bidang sosial dan politik, keterlibatan perempuan dinilai mampu menghadirkan perspektif yang lebih inklusif, humanis, dan berkeadilan dalam proses pengambilan kebijakan.

        Ia menilai keterwakilan perempuan di parlemen, pemerintahan, maupun organisasi sosial menjadi bagian penting dalam membangun demokrasi yang lebih baik dan sehat.

        Meski demikian, Iin mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu diatasi. Ketimpangan gender, hambatan kultural, serta akses yang belum merata masih menjadi persoalan yang membatasi perempuan dalam mengambil peran di ruang publik.

        Untuk itu, bilang dia, perlu terus ada upaya untuk membuka akses dan kesempatan yang lebih luas agar perempuan dapat berkontribusi secara optimal dalam pembangunan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Dian Ihsan
        Editor: Dian Ihsan

        Bagikan Artikel: